RIENEWS.COM – Perolehan 87 medali emas, 80 perak dan 109 perunggu dari kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2023 lalu merupakan capaian yang baik. Tak terkecuali Tim Nasional Sepakbola Indonesia atau Tim U-22 yang akhirnya pulang membawa emas setelah 32 tahun puasa gelar dalam SEA Games Kamboja. Lantas faktor-faktor apa saja yang berperan dalam keberhasilan Timnas Indonesia?
Kerjasama Tim (Team Work)
Menurut Dosen Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Afif Kurniawan, keberhasilan timnas tidak lepas dari sistem yang dibangun Pelatih Sepak Bola Indonesia, Indra Sjafri, yakni bermula dari filosofi pelatih sebagai pondasi dasar tim. Selain itu juga peran kerja sama yang sinergis seluruh anggota tim, baik manajer, para pelatih yang terdiri dari sosok-sosok penting dalam perjalanan sejarah Timnas Indonesia, dan lain-lain.
“Kami sebagai pendamping psikologis merasa terhormat dapat bekerja bersama orang-orang hebat yang ada di dalam tim,” kata Afif yang pernah menjadi Staf Pelatih Bidang Pengembangan Psikologi Atlet Persebaya selama tiga musim berturut-turut mulai 2017 sampai 2020.
Kerja sama semua pihak itu mendukung tahapan kerja tim psikolog dalam menjalin kedekatan dan kepercayaan dengan para pemain. Begitu pun para pemain tidak kesulitan memahami mengenai yang perlu mereka kerjakan dan siapkan.
Keyakinan Kolektif (Collective Efficacy)
Berkaitan dengan bonding, Afif memaparkan dalam kajian psikologi terdapat collective efficacy. Teori Bandura (1997) mendefinisikannya sebagai keyakinan kelompok dalam kemampuan bersama mereka untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk menghasilkan tingkat pencapaian tertentu.
Artinya, setiap pemain telah memiliki derajat keyakinan individu yang kuat untuk mengelola dan mendapatkan hasil yang baik di setiap pertandingan. Lalu mereka membangun keyakinan bersama sebagai sebuah tim.
Artikel lain
Siber Bareskrim Polri Usut Serangan Ransomware BSI
Ini Rute Arakan Tim U-22 Meraih Emas SEA Games 2023
Menteri Johnny Plate Diborgol, Kuntadi Sebut Ini Bukan Pidana Biasa
“Setiap individu harus beradaptasi dengan kelompok. Itu penting dalam olahraga beregu. Ini tak lepas dari kesempatan coach Indra Sjafri melakukan pendekatan kepada pemain,” papar Afif.
Menumbuhan Pola Pikir (Growth Mindset)
Tak hanya timnas sepakbola. Afif menyarankan orang-orang di sekeliling atlet-atlet Indonesia juga sebaiknya mendukung terciptanya growth mindset. Sebuah konsep yang membuat atlet mampu memaknai kondisi sulit sebagai sebuah tantangan yang dapat membantunya untuk terus bertumbuh dan terus menjadi lebih baik.
“Maka sebaiknya semua pihak memberikan dukungan yang positif tentang pencapaian para pemain dan pelatih, sebab sebenarnya potensi fisik hingga kemampuan teknis pemain Indonesia tidak kalah dengan negara-negara asia lainya. Dukungan positif akan membuat pemain dan pelatih merasa yakin pada kemampuan diri,” ucapnya.
Artikel lain
Dagangan-KADIN DIY Teken MoU Penyediaan Akses Penerapan Digitalisasi UMKM
Beli Tiket Resmi Konser David Foster And Friends di Tiket.com
Pelajaran Penting Serangan Ransomware, Jangan Lupa Backup Data
Pihaknya berpesan prestasi bisa tercapai ketika kesejahteraan psikologis dan mental terjaga. Dalam suntikan semangat yang diberikan Afif pada pemain. Ia mengatakan teruslah berupaya menjadi inspirasi bagi generasi muda saat ini. Tunjukkanlah praktik baik dalam berlatih maupun bertanding. Olahraga pada dasarnya memiliki nilai luhur, sebagai salah satu kegiatan yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral dan mindset tentang menikmati proses dalam meraih keberhasilan. (Rep-04)
Sumber: Unair






