Awal Tahun 2020 Banjir Melanda Jabodetabek, 30 Orang Meninggal Dunia

oleh -318 Kali Dibaca
Foto dari udara situasi banjir di Jakarta beberapa waktu lalu. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data korban meninggal dunia dalam bencana banjir yang melanda wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sejak awal Januari Tahun 2020, sudah 30 orang.

Kepala Pusat Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menyatakan, korban meninggal terbanyak berada di Kabupaten Bogor 11 orang, kemudian Jakarta Timur 7 orang, Kota Bekasi dan Kota Depok masing-masing 3 orang, dan masing-masing 1 orang untuk Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor dan Kota Tangerang.

“Sedang dari penyebabnya, 17 orang meninggal karena terseret arus banjir, 5 orang tertimbun longsor, 5 orang tersengat listrik dan 3 orang hipotermia,” kata Agus Kamis malam, 2 Januari 2020.

Agus menyebutkan BNPB akan melakukan sinkronisasi dan validasi data korban bencana banjir.

Baca Berita:

Hasil Ramp Check, Hanya 6 Bus di Karo Diberi Stiker Lolos Uji Dishub

Jelang Pilbup Karo 2020, KPUD Karo Gelar Sosialisasi di Kalangan Jurnalis

“Data dikumpulkan oleh BNPB dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, BPBD, TNI, Polri, dan sumber lainnya. Sampai dengan (Kamis malam) pukul 21.00 WIB jumlah korban meninggal akibat banjir adalah 30 orang,” ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa hujan deras masih akan berlangsung sampai tanggal 10 Januari 2020.

“Agar tidak timbul korban lebih banyak lagi maka Kepala BNPB mengimbau agar warga yang rumahnya masih terendam cukup dalam dan masih bertahan di rumah, agar segera evakuasi ke tempat aman. Jika kondisi banjir sudah surut maka boleh kembali ke rumah msing-masing. Utamakan keselamatan jiwa terlebih dahulu dibanding harta,” tegas Agus.

Operasi TMC

Hasil Rapat Koordinasi Penanganan Banjir Jabodetabek, Kamis pagi, 2 Januari 2020, yang digelar di gedung BNPB, memutuskan untuk melakukan operasi TMC untuk mengurangi jumah hujan yang jatuh di wilayah Jabodetabek.

“Saat itu juga Kepala BNPB memerintahkan BPPT dan TNI untuk segera mulai. Launching sebagai tanda pengoperasian TMC akan dilakukan di Gedung BPPT Jl. MH. Thamrin, Jakarta, oleh Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kapala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada pukul 13.00 WIB,” ujarnya.

“Setelah melakukan persiapan dan koordinasi maka mulai hari Jumat 3 Januari 2020, operasi TMC akan dimulai. Besok direncanakan akan melakukan 4 sortie penerbangan, 2 sortie mulai jam 09.00 WIB dan 2 sortie pada siang hari. Awak media diperbolehkan untuk mengikuti operasi TMC dengan terlebih dahulu mengurus perijinan terbang ke TNI AU di Halim Perdana Kusuma,” ujar Agus. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *