Banjir dan Longsor Landa Kabupaten Bogor dan Sukabumi

oleh -353 Kali Dibaca
Tim SAR gabung kembali melakukan pencarian korban longsor di Kampung Adat Cimapag (Dusun Garehong), Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Banjir dan tanah longsor melanda dua wilayah di Provinsi Jawa Barat, pada Minggu 1 Agustus 2021. Ratusan warga terdampak atas kejadian bencana alam itu.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi cukup lama sempat memicu banjir di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu 1 Agustus 2021.

“Banjir yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB tersebut dilaporkan telah surut,” kata Abdul Muhari, Senin 2 Agustus 2021.

Dikatakanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menginformasikan bahwa banjir berdampak pada 54 KK (130 jiwa).

Baca Juga:

Kota Pariaman Diterjang Puting Beliung

14 Hektar Lahan di Kawasan Danau Toba Terbakar

“Hujan deras mengakibatkan debit air anak Sungai Kalibaru meluap ke kawasan pemukiman dan jalan desa setempat. Tinggi muka air saat banjir terjadi sekitar 20 hingga 130 cm,” sebut Muhari dalam siaran pers yang diterima jurnalis.

Penanganan banjir dilakukan dengan sigap oleh BPBD Kabupaten Bogor yang dibantu dengan perangkat desa, pihak kecamatan, instansi terkait dan sukarelawan. Debit air yang menggenangi segera disedot dengan pompa yang dioperasikan dinas pemadam kebakaran menuju saluran air. Di samping itu, BPBD setempat juga melakukan pendataan dan analisis dampak di lapangan.

Sementara itu, bencana tanah  longsor terjadi di Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu dini hari, 1 Agustus 2021.

“BPBD Kabupaten Sukabumi melaporkan kejadian berlangsung pada pukul 00.15 WIB. Peristiwa ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi dan struktur tanah yang labil,” kata Muhari.

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan rumah dalam kejadian tanah longsor. Menurut Muhari, BPBD setempat mencatat material longsor melanda lahan sawah seluas 50 hektar dan saluran irigasi persawahan Cikahuripan.

Pasca-kejadian ini, BPBD Kabupaten Sukabumi segera melakukan koordinasi dengan perangkat desa, Koramil dan sukarelawan untuk melakukan kaji cepat di lapangan. BPBD juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap longsor susulan. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *