Bentrok dengan Penggarap “Langkat”, Satu Warga Rambah Galonggong Tewas

oleh -814 Kali Dibaca
Korban bentrokan dua kelompok, Rabu 11 September 2019, di Dusun Rambah Galonggong, Desa Mbal Mbal Petarum, Kecamatan Laubaleng, Karo, dilarikan ke Puskesmas. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Satu orang warga Dusun Rambah Galonggong, Desa Mbal Mbal Petarum, Kecamatan Laubaleng, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tewas. Seorang warga lainnya kini dirawat intensif atas luka bacok yang diderita.

Peristiwa terjadi, Rabu siang, 11 September 2019, akibat bentrokan dua kelompok di kawasan penjalangan (pengembalaan) hewan, Desa Mbal Mbal Petarum.

Kepolisian Resor Tanah Karo bersama Polsek Mardingding kini memburu seorang pria diduga otak pelaku, yang telah diketahui identitasnya.

Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal Polsek Mardingding, Ipda Solo Bangun menyebutkan, bentrokan dipicu aksi pematokan lahan oleh sejumlah pria (penggarap Langkat) suruhan, di kawasan perjalangan.

“Penggarap yang didatangkan dari Langkat melakukan pematokan tanah di lokasi perjalangan Mbal Mbal Nodi,” ujar Ipda Solo Bangun.

Aksi pematokan itu diprotes oleh Batas Ukur Karokaro (52 tahun) warga setempat, bersama empat rekannya. Keributan pun terjadi, berujung perkelahian.

Baca Berita:

Juarai Marathon Internasional, Pratu Wilman Terima Ucapan Selamat Letkol Agustatius

BJ Habibie Akan Dimakamkan Dekat Pusara Istri

“Berselang hitungan menit, pihak warga desa berjumlah lima orang mendatangi penggarap tanah dan berakhir dengan perkelahian,” kata Ipda Solo.

Akibat bentrokan itu, Batas Ukur Karokaro, penduduk Dusun Rambah Galonggong, meninggal dunia akibat menderita luka bacok di kepala dan tangan. Korban lainnya, Beri Sembiring (40 tahun) warga Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, kini dirawat di Puskesmas Tiga Binanga, menderita luka di bagian punggung.

Kanit Reskrim Polsek Mardingding menyebutkan, kelompok penggarap didatangkan oleh oknum Ketua Pemangku Hukum Adat Desa Mbal Mbal Petarum.

“Hasil penyelidikan di lapangan, aktor yang mendatangkan atau menyuruh kelompok penggarap tersebut, Ketua Pemangku Hukum Adat Desa Mbal Mbal Petarum, Paham Perangin-angin yang sampai saat ini masih dalam buruan,” tegas Solo Bangun. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *