Bupati karo Terkelin Brahmana mengungkapkan rasa bangganya dan berterima kasih kepada para stakeholder, termasuk Bank Indonesia yang telah bekerja keras melalui kelompok kerja yang dibentuk untuk melakukan penilaian kinerja TPID tahun 2018.
“Sehingga Kabupaten Karo dapat piala penghargaan di tahun 2019 ini. Penghargaan TPID yang kita terima yaitu kategori TPID berprestasi wilayah IHK (Indeks harga konsumen) Kota Medan. Ini penilaian tahun 2018, baru sekarang kita dapatkan penghargaan ini,” kata Terkelin didampingi Plt Asisten II Gelora Fajar Purba, Kepala Dinas Pertanian Metehsa Purba, Kabag Perekonomian Rismawati br Ginting dan Putri Mora dan Elisa br Ginting.
Ke depan, kata Terkelin, alternatif untuk menekan harga harga komoditas yang masih tinggi dapat dicegah dengan prinsip 4K; keterjangkuan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, komunikasi efektif.
“Di samping alternatif 4K, Pemda Karo berencana akan menghidupkan BumDes (badan usaha milik desa). Ini juga faktor yang dapat lebih efisien membantu masyarakat Karo yang penghasilan umumnya dari pertanian dan pariwisata,” pungkas Bupati Karo.
Kepala Dinas PertanianKaro Metehsa Purba menjelaskan, salah satu faktor keberhasilan TPID Karo adalah hasil pertanian khususnya cabai merah.
“Sesuai data Bank Indonesia, Kabupaten Karo salah satu daerah mampu mengendalikan inflasi daerah melalui pasokan cabai merah dalam provinsi terbesar ke daerah, di antaranya Sibolga 52 persen, Medan 45 persen, Padangsidempuan 6 persen, dan Pematang Siantar 17 persen. Tentu kita berharap tetap mempertahankan dalam bidang produksi (cabai),” katanya. (Rep-01)






