BNPB Lakukan Kajian Longsor Brebes

oleh -1.351 Kali Dibaca
Screen capture dari visual pantauan udara yang dilakukan BNPB dengan menggunakan pesawat drone. [Foto Rienews.com]

 

Screen capture dari visual pantauan udara yang dilakukan BNPB dengan menggunakan pesawat drone. [Foto Rienews.com]
RIENEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan kajian longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Dengan menggunakan pesawa drone, BNPB menganilisis penyebab longsor.

Berdasarkan keterangan pers rilis dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho yang diterima Redaksi, Sabtu 25 Februari 2018.

KLIK: Ijeck: Target Kita PON 2020 Marching Band Raih Medali

BNPB menjelaskan, mahkota longsor berasal dari perbukitan Gununglio yang berpenutupan lahan sangat baik. Hutan dengan kerapatan tinggi. Sesuai peruntukan hutan. Tidak ada permukiman di bagian hulu. Lahan sawah ada di bagian bawah.

Lebar mahkota longsor sekitar 120 meter. Panjang landasan longsor sekitar 1 km. Tebal longsor antara 5-20 meter. Volume tanah longsor sekitar 1,5 juta meter kubik.

Penyebab longsor adalah kemiringan lereng curam, struktur tanah sarang yang gembur dan remah, batuan napal di bagian bawah sebagai bidang peluncur, dan hujan sebagai pemicu longsor.

“Jadi ini murni bencana alam,” tegas Sutopo.

Perbukitan dengan penutup lahan hutan yang bagus seperti itu saja bisa longsor. Apalagi jika perbukitan itu gundul dan jarang vegetasinya akan sangat mudah longsor.

Hingga H+4  pada 25/2/2018 sebanyak 750 personil tim SAR gabungan masih mencari korban.

Hingga saat ini 7 tewas, 13 orang hilang, 5 orang luka-luka masih dirawat di rumah sakit/puskesmas, dan 984 jiwa mengungsi akibat longsor di Brebes.

Sebelumnya Posko Tanggap Darurat Longsor Brebes melaporkan 9 orang tewas dimana 7 korban sudah diidentifikasi dan 2 korban belum dapat diidentifikasi.

Namun, sesuai kesepakatan bersama maka jumlah resmi korban adalah 7 orang tewas.

Beberala potongan tubuh yang belum teridentifikasi saat ini ada di alat pendingin RSU Brebes sampai operasi tanggap darurat selesai dan menunggu hasil tes DNA.

Evakuasi terkendala potensi longsor susulan tinggi, cuaca hujan, beratnya medan, dan terbatas alat berat. (RED)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *