Bupati Karo Akui Pernah Tawarkan Lahan Untuk Pemindahan Rutan Kabanjahe

oleh -192 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana langsung meninjau Rutan Kelas IIB Kabanjahe, Rabu sore, 12 Februari 2020. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana mengakui Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pernah menawarkan lahan untuk dijadikan areal baru Rumah Tahanan (Rutan) menggantikan Rutan Kelas IIB Kabanjahe yang berada di Jalan Bhayangkara.

Tawaran yang diajukan Pemkab Karo tersebut tidak berlanjut dan gagal dibahas bersama DPRD Karo, dikarenakan tidak adanya respons dari pihak Rutan maupun Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Setelah meletusnya kerusuhan di Rutan Kelas IIB Kabanjahe, pada Rabu siang 12 Februari 2020, wacana pemindahan Rutan Kelas IIB Kabanjahe kembali mencuat. Dalam kerusuhan itu, bangunan Rutan Kelas IIB Kabanjahe tak dapat difungsikan kembali akibat dibakar.

Simak Berita: Rusuh di Rutan Kabanjahe, Bupati Imbau Warga Tetap Tenang

Rutan Kelas IIB Kabanjahe memiliki daya tampung sekitar 145 orang. Namun jumlah narapidana yang menghuni Rutan Kelas IIB Kabanjahe saat kerusuhan terjadi tercatat sekitar 410 narapidana di antaranya 30 narapidana perempuan.

Kelebihan daya tampung (over kapasitas) ini menjadi perhatian Pemkab Karo sejak lama.

Baca Berita:

SMA Negeri 1 Berastagi Tuan Rumah Pramuka Scouting Challenges II

Bupati Karo Apresiasi Bakti Sosial PWI Karo Bersama Tokoh Tionghoa

“Seyogianya daya tampung Rutan Kabanjahe sebenarnya 145 orang, ternyata data dihuni oleh 410 WBP (Warga Binaan Permasyarakatan). Terdiri dari 380 pria dan 30 wanita.  Pemda Karo sudah lama menawarkan lahan 6 hektar agar Rutan Kabanjahe dipindahkan,” kata Terkelin saat menghadiri resepsi pernikahan marga Brahmana di Jambur Lige Kabanjahe, Jumat 14 Februari 2020.

Bupati Karo mengungkapkan, areal lahan untuk pemindahan Rutan berada di Desa Dokan, Kecamatan Merek. Lokasi itu sebelumnya diperuntukkan sebagai areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Rencana dulu mau dijadikan TPA Sampah. Namun, di perjalanan masyarakat setempat menolak lokasi ini dibangun TPA. Sehingga Pemda Karo berencana menghibahkan ini untuk dibangun Lapas yang baru,” ujarnya.

Tawaran hibah itu, sebut Terkelin, untuk mengatasi over kapasitas penghuni Rutan Kelas IIB Kabanjahe.

“Ini usaha Pemda Karo untuk mengatasi over kapasitas (Rutan Kabanjahe),” ujar Terkelin.

Rencana hibah tersebut tidak berlanjut dan Pemkab Karo bersama DPRD Karo, masa itu, tidak melanjutkan pembahasan hibah lahan 6 hektar untuk Rutan.

“Tidak ada respons, sehingga Pemda tidak dapat membahas lebih lanjut bersama DPRD Karo,” tegasnya.

Rencana pemindahan Rutan Kelas IIB Kabanjahe kembali mencuat, setelah terjadinya kerusuhan pada Rabu siang lalu.

Terkelin mengakui pada Kamis 13 Februari 2020, telah melakukan pertemuan dengan Kemenkumham, Ketua DPRD Karo, Forkopimda Karo membahas rencana pemindahan Rutan Kelas IIB Kabanjahe.

“Kamis 13 Februari 2020, Kemenkumham, saya bersama Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan berdiskusi di ruang Ketua DPRD Karo. Hasil kesepakatan, Forkopimda akan berencana memberikan lahan baru, namun semua ini butuh proses dan kerja sama DPRD Karo, agar tidak ada masalah dikemudian hari. Dirjen Kemenkumham yang membidangi tersebut, membuat surat ke Pemda Karo, sesuai luas kebutuhan Lapas yang diperlukan, baru Pemda Karo akan  tindak lanjuti,” imbuh Terkelin.

Dalam kesempatan itu, Terkelin Brahmana meminta keluarga narapidana yang dipindahkan, dititipkan ke sejumlah Rutan dan Lapas lain untuk bersabar.

“Mohon bersabar, Rutan Kabanjahe akan direnovasi dulu. Bagi keluarga WBP Juga harus kompak dan  mohon maaf  kondisi dan situasi Rutan masih tahap renovasi jadi mohon bersabar. Jika sudah normal maka warga binaan akan ditarik kembali (Rutan Kabanjahe),” pungkasnya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *