RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama istri, Sariati Sitompul mendapat peran dalam film Sang Prawira. Film yang disutradarai Ponti Gea ini direncakan diputar di layar lebar pada 1 Oktober 2019.
Film Sang Prawira mengisahkan tentang perjalanan seorang anak desa dari pinggiran Danau Toba, Sumatera Utara, yang bercita-cita menjadi polisi.
Film ini dibintangi aktris Anggika Bolsterli dan sejumlah pejabat daerah di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Dalam proses pembuatan film dilakukan di 130 lokasi di beberapa daerah seperti Kabupaten Karo, Simalungun, Toba Samosir, Humbang Hasundutan (Humbahas), Kota Tanjung Balai, Kota Sibolga, Nias, Kota Medan, Akademi Kepolisian di Semarang (Jawa Tengah), dan Mabes Polri (Jakarta).
Usai pengambilan gambar, Bupati Karo Terkelin Brahmana dan istri, mengaku adegan yang diperankan mereka dilakukan tanpa latihan, sehingga adegan beberapa kali diulang.
“Karena selain tidak biasa, waktunya sangat mepet. Secara tiba-tiba tak ada latihan dan dilakukan secara berulang-ulang, sehingga perasaan menjadi capek dan bosan,” ujar Terkelin.
Meski mengaku letih dan bosan selama proses syuting, Terkelin mengajak masyarakat untuk menyaksikan film layar lebar tersebut.
Baca Berita:
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Relokasi Tahap III Ditunda
Polisi Selamatkan Al dari Amuk Massa
Selain Terkelin dan Sariati, Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Remus Hutajulu turut beradegan dalam fim Sang Prawira di lokasi syuting Pasar Buah Berastagi.
Dilansir dari laman Sindonews, sutradara Sang Prawira, Ponti Gea menuturkan film itu menyuguhkan pergulatan sebuah keluarga di mana antara isteri dan suami tidak sepaham dalam merancang masa depan anaknya ketika anaknya duduk di bangku SMA.
Si ibu, ingin menuruti kemauan anaknya jadi polisi sementara si bapak lebih condong anaknya bekerja di luar negeri agar dapat menolong keuangan keluarga yang selama ini tergolong miskin.
Ide cerita film lahir dari para pejabat Utama Polda Sumut yang didukung oleh Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto kemudian diperkaya oleh Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto, terutama tentang sosok seorang polisi yang berani
dan tangguh serta muatan pesan moral pedagogis kepada masyarakat. (Rep-01)






