Cuaca Ekstrem di Padang Pariaman, Korban Meninggal Bertambah Menjadi 8 Orang

oleh -117 Kali Dibaca
Petugas mengevakuasi warga terdampak tanah longsor di Kabupaten Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Rabu 29 September 2021. [Foto BNPB]

RIENEWS.COM – Korban meninggal dunia dalam bencana hidrometeorologi di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, bertambah menjadi delapan orang. Bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencan melanda Padang Pariaman, pada Rabu 29 September 2021. Bencana terjadi saat hujan dengan  intensitas sangat tinggi melanda kabupaten tersebut.

Data sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Padang Pariaman, 7 orang meninggal dunia akibat tertimbun material longsor, 1 orang meninggal tertimpa pohon yang tumbang.

“Tujuh orang meninggal dunia karena tertimbun longsor, 1 orang karena tertimpa pohon yang tumbang akibat angin kencang,” kata Yuan selaku operator Pusdalops BPBD Kabupaten Padang Pariaman.

Selain itu, 5 korban lainnya mengalami luka-luka, dan sebanyak 280 KK terdampak bencana.

Baca Juga:

Bencana Hidrometeorologi, Empat Warga Padang Pariaman Meninggal Dunia

Bupati Karo Targetkan 2021 Produksi Jagung Meningkat Dibanding 2020

Terdapat 9 titik longsor dengan pusat longsor yang menyebabkan korban meninggal di wilayah Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuak Alung.

Sedangkan jumlah bangunan yang terdampak, 338 unit rumah warga terendam banjir, 12 unit rumah rusak berat, 30 kendaraan bermotor rusak, sekitar 80 hektare lahan pertanian terendam.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari menyatakan, BPBD Padang Pariaman melaporkan beberapa pohon tumbang menimpa badan jalan provinsi sehingga akses lalu lintas dari Bandara Internasional Minangkabau ke Pariaman dan sebaliknya sempat terganggu.

“Kondisi terkini jalan sudah bisa dilewati kembali,” kata Muhari, Jumat 1 Oktober 2021.

Dampak bencana hidrometeorologi terjadi di 10 kecamatan; Kecamatan Batang Anai, Kecamatan Ulakan Tapakih, Kecamatan Lubuak Aluang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kecamatan Sintuak Loboh Gadang, Kecamatan Singai Limai, Kecamatan V Koto,  Kecamatan VII Koto Patamuan, Kecamatan Anam Lingkuang, dan Kecamatan IV Koto Aua Malintang.

“Meskipun curah hujan saat ini sudah berkurang, BPBD bersama organisasi terkait setempat tetap waspada akan adanya potensi bencana susulan,” ungkapnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, Provinsi Sumatera Barat berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang selama tiga hari, dari Kamis 30 September 2021  hingga Sabtu 2 Oktober 2021.

“BNPB terus mengimbau pemerintah daerah maupun masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada potensi bencana hidrometeorologi dengan memantau prakiraan cuaca pada laman BMKG dan potensi bencana pada inaRISK, mempersiapkan rencana kesiapsiagaan dan mitigasi vegetasi pada daerah rawan longsor, menjaga kebersihan daerah saluran air dan pemotongan bagian pohon yang mudah patah secara berkala, mempersiapkan lokasi evakuasi serta melakukan simulasi secara rutin untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana,” pungkas Muhari. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *