Dugaan Penipuan Ratusan Juta Rupiah PKB di Samsat Kabanjahe

oleh -1.583 Kali Dibaca
Ilustrasi

RIENEWS.COMKepala Samsat Kabanjahe, Hardi Pasaribu mengakui adanya kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana ratusan juta rupiah milik wajib Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), yang terjadi sebelum dirinya menjabat.

Buntutnya, para wajib pajak kendaraan bermotor, Juli 2018, menggelar aksi demonstrasi di Kantor Samsat Kabanjahe.

Kasus ini berujung pergantian Kepala Samsat Kabanjahe, pada Juli lalu. Hardi Pasaribu dilantik sebagai Kepala Samsat Kabanjahe, sedangkan Wahyudin Pane kini menjabat Kepala Panti Rehabilitasi Wanita Tuna Susila (Parawasa) Berastagi.

Kasus dugaan penpenipuan dan penggelapan menyeret nama seorang pegawai kontrak, ARP, diketahui merupakan keponakan dari Wahyudin Pane.

Kasus itu kini menjadi PR bagi Kepala Samsat Kabanjahe yang baru, Hardi Pasaribu.

“Saya juga terkejut mengetahui sekitar mencapai seratus jiwa nasabah Samsat ditipu mentah-mentah oleh RP,” kata Hardi.

Baca Berita: Penjelasan BNPB Soal Gempa Bali dan Lampung

Berita Populer: Ini 4 Tersangka Korupsi Tugu Menjuah Juah Berastagi Rp650 Juta

Menurut Hardi, total kerugian wajib PKB mencapai ratusan juta rupiah.  “Total rupiahnya lebih dari Rp 200 juta, dan itu yang terdata. Kami tidak tahu apakah ada nasabah yang lain tidak terdata,” tegas Hardi, Kamis 23 Agustus 2018.

Hardi menyatakan berusaha menyelesaikan kasus yang ditinggalkan oleh pejabat sebelumnya.

“Kini penipuan uang pajak negara itu menjadi tanggungjawab saya, dan saya berupaya akan memperjelaskan kepada warga, dan meminta langkah kepada kantor pusat,” imbuh Hardi Pasaribu.

Para pegawai Samsat Kabanjahe, mengaku mengenal ARP, telah bekerja selama 8 tahun di Samsat Kabanjahe, dengan status outsourcing.

Sepak terjang ARP sejak Wahyudin Pane dilantik sebagai Kepala Samsat Kabanjahe, pada 2015, makin “besar”.

“Dari pertengahan tahun 2015 saat Kepala Samsat Wahyudin Pane, peran ARP sangat melejit. Meski dia hanya pihak ketiga yang bekerja di Kantor Samsat, tetapi dia adalah tangan kanan Kepala Samsat. Mengingat Wahyudin Pane merupakan bapak uda dari ARP. Jadi setiap urusan apapun baik, perpanjang STNK, ganti plat nomor kendaraan, bayar pajak, dan lainnya diambil alihnya,” ujar pegawai Samsat Kabanjahe, yang minta tidak disebutkan namanya.

Dikatakan sumber, ARP “lihai” mengatasi  protes wajib PKB.

“Seperti saat pemutihan kendaraan mereka tidak selesai meski sudah setahun lamanya, ARP sangat lihai mengatasi, meyakinkan selesai secepatnya, atau dia secepatnya mengembalikan uang tersebut,” ungkap sumber.

Para wajib PKB yang merasa ditipu oleh ARP, pada Juli lalu, akhirnya mendatangi Kantor Samsat Samsat Kabanjahe. Massa meminta pertanggungjawaban Kepala Samsat Kabanjahe, atas kerugian yang mereka alami.

Diakui sumber, sejak kejadian demonstrasi yang dilakukan wajib pajak itu, Wahyudin Pane dimutasi menjadi Kepala Parawasa Berastagi.

“Sekitar bulan Juni, tahun ini, Wahyudi pindah tugas ke Parawasa,” ujar sumber.

Sementara itu, kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dialami wajib PKB akhirnya ditangani Polres Tanah Karo.

“Banyak yang ditipunya. Akibat ulahnya (ARP), kami di sini bekerja jadi merasa malu. Warga kerap datang meminta haknya, dan korban tidak mau peduli. Mereka tahunya kami harus bertanggungjawab. Tetapi masalah ini, sudah ditengahi oleh pihak Polres Tanah Karo,” ujar pegawai. (Rep-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *