Gejayan Memanggil, Pelajar dan Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan

oleh -1.053 Kali Dibaca
Ratusan massa #GeyajanMemanggil, Yogyakarta, kembali turun ke jalan, Senin 30 September 2019. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Ratusan massa, pelajar dan mahasiswa di Kota Yogyakarta dan sekitarnya, Provinsi D.I. Yogyakarta, Senin 30 September 2019, kembali turun ke jalan. Aksi #GejayanMemanggil dilakukan berbagai elemen civitas mahasiswa dari sejumlah kampus, aktivis/NGO, dan para pelajar.

Sejak Senin pagi, massa berkumpul di dua kampus, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Sekitar pukul 12.00 WIB, massa yang telah berkumpul di dua kampus tersebut, melakukan long march ke lokasi aksi di pertigaan Jalan Gejayan.

Aksi jalan kaki massa dari Kampus UIN Sunan Kalijaga dan UGM dikawal personel Kepolisian. Sepanjang jalan, massa meneriakkan yel-yel menentang upaya-upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berpendapat, berdemokrasi dan mengajak rakyat bersatu melawan itu.

Berbagai poster bernada protes terhadap kondisi kekinian diusung massa. Di lokasi konsentrasi aksi, massa dari berbagai kampus, pelajar dan NGO melebur.

Baca Berita:

Tengah Malam di Jalan Desa, Polisi Mencokok Apriadi

Gempa Ambon, Ini Data 30 Korban Meninggal Dunia

Salah seorang koordinator aksi dari mobil bak terbuka dilengkapi alat pengeras suara, meminta massa untuk duduk, dan memanggil perwakilan massa untuk naik ke atas mobil komando menyampaikan orasi. Tak terkecuali dari perwakilan massa pelajar. Kehadiran seorang pelajar di atas bak terbuka mendapat aplaus massa.

Dalam orasinya, massa menyampaikan tuntutan yang sama, mendesak Presiden menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terkait Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah disahkan DPR RI. Mendesak diterbitkannya Perppu terkait Undang-Undang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan.

Mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS), merevisi pasal-pasal dianggap bermasalah dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan meninjau pasal-pasal tersebut dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat sipil.

Menolak RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, RUU Keamanan dan Ketahanan Siber, RUU Minerba.

Aksi massa berlangsung hingga sore hari itu, berjalan damai. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *