Gempa Lombok, 2 WNA Malaysia Tewas dan Puluhan Orang Luka-Luka

oleh -1.230 Kali Dibaca
Seorang pria melintas di depan bangunan rumah warga yang roboh akibat diguncang gempa bumi 5,4 SR di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu 17 Maret 2019. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Dua gempa bumi berkekuatan 5,4 skala richter (SR) dan 5,1 SR mengguncang Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu 17 Maret 2019. Dampak gempa bumi menewaskan dua warga negara Malaysia, dan puluhan orang mengalami luka-luka.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur dan BPBD Provinsi NTB, menyebutkan, dampak gempa telah menyebabkan 2 wisatawan dari negara Malaysia meninggal dunia akibat tertimpa material longsoran dampak gempa bumi di kawasan Air Terjun Tiu Kelep, Kabupaten Lombok Utara, yang berada di bawah kaki Gunung Rinjani.

“Satu korban meninggal sudah diidentifikasi atas nama Tommy (14 tahun) warga Malaysia, sedangkan yang satunya belum dapat diindentifikasi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Minggu malam.

Baca Berita: Terkelin-Ashari Komitmen Realisasikan Akses Jalan Karo-Deli Serdang

Berita Gempa Lombok: Gempa Lombok, Korban Meninggal Sudah Capai 460 Orang

Sedangkan korban luka-luka 44 orang. Sebanyak 32 unit rumah roboh, dan 499 unit rumah rusak sedang dan rusak ringan.

“Korban luka-luka sebanyak 44 orang, di mana 36 orang warga Indonesia dan 8 orang WNA Malaysia. Sebagian besar korban luka-luka karena tertimpa bangunan yang roboh atau rusak akibat diguncang gempa,” kata Sutopo.

Sementara itu 36 wisatawan (22 dari Malaysia dan 14 wisatawan nusantara) telah berhasil dievakuasi dari kawasan Air Terjun Tiu Kelep di Lombok Utara.

“Sekitar 50 orang berhasil dievakuasi dari Pos 2 ke Pos 3 di Gunung Rinjani dalam kondisi aman. Mereka adalah tim survai jalur pendakian Gunung Rinjani yang berasal dari TNGR, BPBD NTB, Geopark, Porter, PVMBG,  Orplas, TO, TNI, dan Polri,” sebut Sutopo.

Gempa dirasakan kuat selama 2-5 detik di Lombok Timur. Masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah. Beberapa bangunan ada yang roboh dan rusak.

Gempa pertama dengan kekuatan M 5,4 berpusat di darat pada 20 km arah utara Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada kedalaman 19 km, terjadi Minggu pukul 14.07 WIB. Selang dua menit kemudian, pukul 14.09 WIB terjadi gempa bumi susulan dengan kekuatanM 5,1 dengan kedalaman 10 km.

Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault).

Sutopo mengatakan, penanganan darurat masih dilakukan. BPBD berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti TNI, Polri, BMKG, Basarnas, SKPD, Tagana, relawan dan lainnya. Tim Reaksi Cepat BPBD melakukan kaji cepat dan pendataan dampak gempa.

“BPBD NTB telah mengirimkan bantuan berupa makanan siap saji, terpal, lauk pauk, matras, mie instan dan telor. Pendataan terus dilakukan,” imbuh Sutopo. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *