Gempa Malang, 8 Korban Meninggal Dunia, 15 Kabupaten/Kota Terdampak

oleh -109 Kali Dibaca
Rumah warga alami kerusakan dampak gempa bumi M6,1 berpusat di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Sabtu 10 April 2021. [Foto BPBD Kabupaten Malang | Rienews]

RIENEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis jumlah korban jiwa dan kerusakan bangunan di 15 wilayah terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,1 yang berpusat di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Sabtu 10 April 2021, pukul 14.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyebutkan, hingga Minggu pagi, 11 April 2021, BNPB mencatat dampak gempa bumi Malang, 8 orang meninggal dunia, 36 warga luka ringan, 3 warga luka sedang dan berat.

“BPBD Kabupaten Lumajang mengidentifikasi 5 korban meninggal dunia di wilayahnya, sedangkan Kabupaten Malang 3 orang meninggal dunia,” kata Raditya.

Sedangkan wilayah terdampak gempa bumi Malang berkekuatan M6,1 tersebar di 15 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.

Dalam penanganan dampak gempa bumi M6,1, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten dan kota mendirikan pos komando (Posko) untuk melakukan penanganan darurat secara efektif pascagempa. Posko ini membantu dalam pengelolaan pelayanan kepada warga terdampak, seperti dapur umum dan pengungsian.  Salah satunya, BPBD Kabupaten Lumajang yang mendirikan 2 tenda pengungsian. Lokasi pengungsian berada di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari.

Baca Juga:

Gempa Malang, Data Terbaru BNPB: 7 Orang Meninggal Dunia, 331 Rumah Rusak

Gempa Malang, Data BNPB 6 Warga Meninggal Dunia

“BPBD juga bekerja sama dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mengoperasionalkan dapur umum,” katanya.

BPBD Provinsi Jawa Timur telah mendorong logistik, beras, lauk pauk, makanan siap saji, makanan tambahan gizi, mie instan, sembako lain, selimut, terpal.

“Tak lupa BPBD juga mengirimkan masker kain dan hand-sanitizer sebagai upaya pencegahan Covid-19.  BPBD kabupaten dan kota pun mengerahkan sumber daya untuk penanganan darurat, termasuk logistik bantuan,” ujar Raditya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Minggu 11 April 2021.

Menurut Raditya, dampak kerusakan di sektor pemukiman terjadi di 15 kabupaten dan kota di Provinsi  Jawa Timur, yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Trenggalek.

Kota Blitar, Kota Malang, Kota Kediri, Kabupaten Gresik, Kabupaten Probolinggo.

Kabupaten Jember, Kabupaten Tulungagung, Kota Batu, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Pacitan.

“Total rumah rusak 1.189 unit, dengan rincian rusak berat (RB) 85 unit, rusak sedang (RS) 250 dan rusak ringan (RR) 854. Kerusakan juga dialami fasilitas umum (fasum) dengan total kerusakan sejumlah 150 unit,” ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat guncangan gempa bumi di Kabupaten Malang berkekuatan M6,1 dirasakan dalam skala II hingga V Modified Mercalli Intensity (MMI). (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *