Gempabumi 5,2 SR Guncang Banten, Jakarta dan Jabar

oleh -1.105 Kali Dibaca
Episenter gempabumi yang mengguncang Banten, Jakarta, dan Jawa Barat, terjadi Minggu 28 Juli 2019, pukul 21.25.01 WIB,tidak berpotensi tsunami. [Foto BMKG | Rienews]

RIENEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat terutama di kawasan Banten, Jakarta, dan Jawa Barat agar tenang menyusul terjadinya gempabumi 5,2 skala richter.

“Masyarakat dihimbau harap tenang dan tidak panik serta ikuti informasi lebih lanjut dari BMKG, BPBD dan BNPB,” kata Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, Minggu malam, 28 Juli 2019.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Rahmat Triyono dalam siaran persnya yang dikutip Rienews dari laman BMKG, menjelaskan, gempabumi tektonik M 5,2 mengguncang Banten, Jakarta, dan Jawa Barat, tidak berpotensi tsunami.

Gempa terjadi Minggu 28 Juli 2019, pukul 21.25.01 WIB, wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan M=5,2 yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi M=4,9.

Baca Berita Gempa Bumi Di Sini

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,39 LS dan 105,98 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 76 km arah Barat Daya Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat pada kedalaman 44 km.

Gempabumi di selatan Sukabumi ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, merupakan gempabumi berkedalaman dangkal diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan obliq naik (thrust-oblique).

Baca Berita:

Bupati Karo Titip Doa Kepada 58 CJH

Bukan Soal Kinerja, Ini Alasan 4 Kasat Polres Tanah Karo Dimutasi

Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat dirasakan di Pelabuhan Ratu, Cisolok, Malingping dan Sukabumi Selatan dalam skala intensitas III MMI, Depok, Tangerang, Serang, Rangkasbitung , Sawarna, Panggarangan, Menes, Carita dan Munjul II-III MMI, Lembang, Jakarta dan Karawang II MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 22.01 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan.

Mohon cermati dan terus berlatih langkah-langkah praktis untuk antisipasi bahaya gempabumi, baik pada saat persiapan sebelum gempa, saat dan setelah gempabumi. (Rep-02 | Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *