Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.300 Meter

oleh -95 Kali Dibaca
Visual awan panas guguran Gunung Merapi pada Sabtu 20 Maret 2021, pukul 16.58 WIB. [Foto BPPTKG | Rienews]

RIENEWS.COM – Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah, kembali meluncurkan awan panas guguran (APG), Sabtu pagi, 27 Maret 2021. Awan panas guguran Gunung Merapi berjarak luncur maksimak hingga 1.300 meter mengarah ke barat daya.

Ini merupakan peristiwa kedua kalinya dalam pekan ini Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran.

Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, berdasarkan data yang dihimpun Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran Gunung Merapi terjadi tiga kali, pada pukul 06.02 WIB, pukul 06.03 WIB, dan  06.31 WIB.

“Fenomena tersebut juga tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimal 44 milimeter selama 130 detik,” kata Raditya, Sabtu pagi.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan sejak 5 November 2020 hingga hari ini, disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa erupsi efusif.

Baca Juga:

Sayembara Menulis Sedunia, Jalur Rempah & Sejarah Kemaritiman Dunia

Tambang Emas Martabe Kembali Berbagi Pengetahuan Teknologi Terkini Industri Pertambangan Kepada Mahasiswa

Namun demikian, BPPTKG juga mengingatkan bahwa erupsi eksplosif juga masih berpeluang terjadi dengan potensi lontaran material vulkanik yang dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Mengenai adanya aktivitas tersebut, BPPTKG menetapkan status Gunung Merapi dalam level III atau Siaga.

Adapun pihak BPPTKG juga menjelaskan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 kilometer.

Dalam hal ini, masyarakat diharapkan agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan selalu mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Kegiatan penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan sementara.

Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *