Imbauan Mudik Lebaran 2024 Lebih Awal Kemenhub Siapkan Sarana Transportasi

Arus mudik Lebaran 2024 di Stasiun Kereta Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Jumat malam, 29 Maret 2024. Foto Rienews.com.
Arus mudik Lebaran 2024 di Stasiun Kereta Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Jumat malam, 29 Maret 2024. Foto Rienews.com.

RIENEWS.COM – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat untuk melakukan perjalanan awal mudik Lebaran 2024, terkhusus bagi warga yang memiliki anak sekolah yang telah masuk masa libur.

Imbauan mudik Lebaran 2024 lebih awal ini, bertujuan agar para pemudik terhindar dari kemacetan puncak mudik yang diprediksi berlangsung sejak tanggal 5 hingga 8 April 2024.

“Puncak mudik H-4, H-3 dan H-2. Di hari-hari itu tinggi sekali (kepadatan arus lalulintas). Karenanya kita mengimbau, sebagian masyarakat yang anak-anaknya sudah libur agar bisa mudik lebih awal,” ujar Menteri Budi.

Masyarakat diimbau tidak mudik dengan menggendarai sepeda motor. Menteri Budi beralasan, menggendarai sepeda motor di arus mudik Lebaran 2024, sangat berbahaya. Masyarakat disarankan menggunakan angkutan umum atau memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan Kementerian Perhubungan atau instansi lain.

Mengantisipasi volume kendaraan di arus mudik Lebaran 2024, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran yang akan diselenggarakan dari tanggal 3 hingga 18 April 2024 di Ruang Mataram Kantor Pusat Kementerian Perhubungan.

Menteri Budi menyoroti sejumlah daerah yang padat dilalui pemudik dan mendapat perhatian di arus mudik Lebaran 2024 ini.

“Sejumlah titik kami harapkan bisa menjadi perhatian Polri. Pertama adalah pasar tumpah yang kerap menjadi titik masalah arus mudik, khususnya daerah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kedua adalah terkait pengaturan kapal di Pelabuhan Sulsel, Riau, Kaltim dan Jatim, khususnya Madura. Serta dari sisi udara, Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Ngurah Rai Bali yang berpotensi lebih ramai dari biasanya agar bisa diberi perhatian lebih,” katanya.

Kelaikan Kendaraan

Menteri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengimbau seluruh pemudik dan operator angkutan dapat memeriksa kelaikan kendaraan yang akan digunakan sebelum perjalanan.

Pemudik juga diminta agar tidak berhenti untuk beristirahat di bahu jalan tol. Selain itu, penggunaan rest area diharapkan tidak lebih dari 30 menit agar dapat bergantian dengan pemudik berikutnya.

“Pengemudi juga perlu mempersiapkan kesehatan dan kebugaran, memastikan bahan bakar kendaraan dan saldo e-toll cukup agar lalu lintas mudik berjalan lancar,” ucap Menko Muhadjir.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyatakan, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2024 dalam rangka melayani dan menjaga program arus mudik dan arus balik Lebaran 2024.

Artikel lain

Ramadan, Cermin Keimanan Muslim

Wajib, Pengecekan 8 Komponen Mobil Sebelum Perjalanan Jauh

Tips Cegah Highway Hypnosis dan Microsleep: Atasi Kantuk dan Bosan

Operasi ketupat berlangsung selama 13 hari, sejak tanggal 4 hingga 16 April 2024. Sebanyak 155.165 personel akan diterjunkan, yang terdiri dari 1.150 personel Mabes Polri, 85.064 personel dari Polda, dan 68.969 personel dari instansi terkait.

“Akan ada 5.784 pos yang nanti akan disiapkan utk memberikan pelayanan, baik itu yang ada di jalan tol, rest area, arteri, dan jalur-jalur di wilayah wisata. Kami juga akan mengevaluasi buffer zone, khususnya yang masuk wilayah penyeberangan ke arah Merak. Biasanya potensi terjadi kepadatan di sana saat masyarakat menunggu menyeberang,” jelas Kapolri dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Menghadapi Idul Fitri 1445H yang diselenggarakan oleh Kepolisian Republik Indonesia, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin, 25 Maret 2024.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan, mensyiapkan 67.955 personel TNI sebagai perbantuan kepada Polri dalam menghadapi masa Lebaran. Fasilitas pendukung disiapkan seperti Hercules, helikopter, mobil derek dan ambulans perbantuan juga telah disiapkan apabila diperlukan.

Siapkan Sarana Transportasi

Kementerian Perhubungan bersama para operator transportasi telah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana transportasi dalam menghadapi angkutan Lebaran 2024.

Sejumlah sarana dan prasarana tersebut berupa 30.780 unit bus dan 113 terminal, 213 unit kapal, 8 lintas, 16 pelabuhan dan 50 dermaga, 420 unit pesawat, 51 bandar udara domestik dan 16 bandar udara internasional, 26 kapal penumpang, 107 kapal perintis, 1.208 kapal swasta dan 264 pelabuhan, serta 615 KA antarkota per hari dan 192 stasiun.

“Sarana dan prasarana tersebut disiapkan untuk melayani 71,7 persen atau 193,6 juta penduduk Indonesia yang berkeinginan untuk mudik. Hal tersebut sesuai survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi,” ujar Dirjen Perhubungan Laut Antoni Arif Priadi di Jakarta, Kamis, 28 Maret 2024.

Antoni menyakini dengan sinergisitas antar kementerian/lembaga, tersedianya infrastruktur yang terbangun, serta kesiapan sarana dan prasarana, membuat penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2024 memberi keceriaan kepada masyarakat.

“Tahun ini pemerintah melalui tema ”Mudik Ceria Penuh Makna” berupaya memberikan keceriaan melalui penyelenggaraan arus mudik yang aman, lancar, dan selamat sehingga memberi makna mendalam bagi seluruh masyarakat,” ujar Dirjen Antoni.

Artikel lain

Tim Amicus Curiae Sengketa Pilpres 2024, Gibran Tak Penuhi Syarat Cawapres

Rekrutmen Bersama BUMN 2024 Dibuka Hari Ini Hingga 1 April

Tarif Listrik April-Juni 2024 Tetap, Jaga Daya Beli Masyarakat Jelang Idulfitri

Dalam angkutan mudik Lebaran 2024, Kemenhub telah melakukan langkah-langkah persiapan antara lain berkoordinasi dengan kementerian/lembaga dan stakeholder terkait dalam menyusun rencana penyiapan sarana prasarana, pengujian kelaikoperasian sarana, penyusunan kebijakan teknis dan operasional, melakukan sosialisasi kebijakan, serta melakukan monitoring dan pembentukan posko bersama.

Dirjen Antoni berharap, upaya yang telah dipersiapkan dapat didukung oleh masyarakat dengan mudik lebih awal menggunakan transportasi umum sehingga kepadatan pada puncak arus mudik dapat terurai. (Rep-02)

Sumber: Kementerian Perhubungan