Ini Alasan Perlu Dipercepat Bangun Jalan Alternatif Medan-Berastagi

oleh -3.486 Kali Dibaca
Personel Satlantas Polres Tanah Karo saat melakukan penguraian kemacetan di jalur utama Medan-Berastagi. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Alasan Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, agar segera dibangun jalan alternatif Medan-Berastagi merupakan kebutuhan mendesak. Kondisi jalur utama Medan-Berastagi saat ini dinilai tidak lagi sesuai dengan kapasitas volume kendaraan.

Jalan utama  Medan-Berastagi yang menanjak, berkelok, dan ruas jalan yang sempit menambah faktor penyebab kemacetan kerap terjadi.

Abdi Sembiring membutuhkan waktu hingga 10 jam dari Medan untuk tiba di Berastagi akibat terjebak kemacetan di kawasan Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.

Abdi yang berangkat dari Medan, Selasa 9 Juli 2019, sekitar pukul 01.00 WIB, terjebak kemacetan di kawasan Bandar Baru. Dikatakannya, penyebab kemacetan lantaran empat jenis kendaraan mengalami kerusakan.

Berita Terkait:

Komisi D DPRD Sumut Upayakan Jalan Tol Medan-Berastagi Terwujud 2020

“Saya berangkat dari Medan (Selasa) jam 01.00 WIB. Ini baru saja sampai Berastagi, pukul 10.30 WIB,” kata Abdi kepada wartawan, Selasa siang.

Dijelaskannya, kemacetan di kawasan Bandar Baru menuju Berastagi akibat mogoknya kendaraan truk interkuler, bus angkutan umum, kendaraan pikap Grand Max  yang mengangku ayam, dan kendaraan jenis L300 pengangkut sayuran.

“Cukup melelahkan sekali. Untung minyak full ketika berangkat,” aku Abdi.

Baca Berita:

Sidak PT USDF, Bupati Karo Pertanyakan Dana CSR

Vila Mergana Purba di Gundaling Terbakar

Tak hanya Abdi Sembiring merasakan lelahnya terjebak dalam kemacetan di jalur Medan-Berastagi. Sopir angkutan sayur, M. Sembiring mengaku akibat kemacetan yang terjadi, ia telat membawa sayur dari Berastagi ke Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.

“Kami mendapat info macet dari (Senin) sore hari, karena itu dari semalam kami berangkat (malam) jam 12.00 WIB dari Pancur Batu. Hari ini (Selasa) tiba di Berastagi jam 12.00 WIB. Sangat terlambat, biasanya pagi hari kami sudah bongkar muat untuk kebutuhan buah dan sayur. Banyak pelanggan yang terganggu. Tetapi mereka juga maklum dengan kondisi ini,” kata Sembiring.

Kanit Lantas Polsekta Berastagi, Ipda Poltak Hutahaean membenarkan adanya kemacetan di kawasan Bandar Baru. Lantas Polsekta Berastagi turun tangan membantu mengurai kemacetan.

Ipda Poltak Hutahean menyayangkan sikap para pengendara yang tidak bersabar.

“Masih minim kesadaran pengemudi. Berniat saling mendahului merupakan penyebab utama memperparah keadaan di lapangan. Kami mengimbau pengendara agar tetap bersabar, dan mengikuti antrean. Jika butuh cepat, semisal ke bandara atau pelabuhan, kami sarankan via jalur alternatif. Misalnya dari jalur lintas Desa Kuta Rayat, Kecamatan Naman Teran, yang tembus ke Desa Telagah, Kabupaten Langkat, dan keluar Binjai. Atau dari Tiga Panah Kabupaten Karo via Desa Cingkes, Kabupaten Simalungun, tembus Deli Tua atau Lubuk Pakam, Deli Serdang,” imbuh Ipda Poltak. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *