Ini Data Korban dan Sebaran Kerusakan Gempa Tsunami Palu-Donggala

oleh -1.231 Kali Dibaca
Kerusakan akibat gempabumi M7,4 dan Tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah yang terjadi pada Jumat 28 September 2018. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban dan sebaran dampak kerusakan yang sementara terdata, pasca gempa 7,4 skala richter dan tsunami yang menghatam Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis “Penanganan Gempabumi M7,4 dan Tsunami Kota Palu dan Donggala” yang diterima redaksi, Sabtu 29 September 2018, menjelaskan pendataan terhadap korban meninggal, korban hilang, evakuasi serta pendataan dampak kerusakan bangunan terus dilakukan.

Berita Sebelumnya: Begini BNPB Tangani Dampak Gempa Tsunami di Palu dan Donggala

Baca Berita: Pengda KONI Karo Kecewa Minim Anggaran, Ini Jawaban Bupati Karo

Data sementara hingga pukul 13.00 WIB, korban meninggal  dunia 384 orang, berada di RS. Wirabuana Wirabuana Palu (10 orang), RS. Masjid Raya (50 orang),  RS. Bhayangkara (161 orang),  S Pantoloan Induk (20 orang),  Kayumalue  Pajeko (2 orang),  RS. Undata Mamboro Palu (141 orag).

Data hilang 29 orang di Kelurahan  Pantoloan Induk Kota Palu.  Luka berat 540 orang.

Sedangkan korban luka berada tersebar di RS. Woodward Palu  (28 orang),  RS. Budi Agung Palu  (114 orang),  RS. Samaritan Palu (54 orang),   RS. Undata Mamboro Palu (160 orang),  RS  Wirabuana (184 orang).

“Diperkirakan jumlah korban akan terus  bertambah karena proses pencarian masih terus dilakukan,” imbuh Sutopo.

Kerusakan Bangunan

Kerusakan akibat gempabumi M7,4 dan Tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah yang terjadi pada Jumat 28 September 2018. [Foto BNPB | Rienews]
BNPB menghimpun data dampak kerusakan atas bangunan rumah, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit dan banggunan lain yang ambruk.

“Diperkirakan puluhan hingga hinggar ratusan orang belum  dievakuasi  dari reruntuhan bangunan,” kata Sutopo.

Bangunan yang terdampak gempabumi M7,4 dan tsunami yang terparah di antaranya, mal terbesar  di Kota Palu, Mal Tatura di Jalan di Jalan Emy Saelan,

Hotel Roa-Roa  berlantai delapan yang berada di Jalan Pattimura rata dengan  tanah. Dari 80 kamar yang tersedia, 76 kamar terisi oleh tamu hotel yang menginap.

Arena Festival Pesona Palu Nomoni, puluhan hingga seratusan orang pengisi acara, sebagian merupakan para penari penari belum diketahui nasibnya. Rumah Sakit  Anutapura  yang berlantai empat  di Jalan  Kangkung, Kamonji,  Kota Palu, roboh.

Jembatan Ponulele yang menghubungkan antara Donggala  Barat dan  Donggala  roboh,  juga merupakan ikon wisata Kota Palu, roboh setelah  diterjang tsunami. Jalur trans Palu-PosoPoso -Makassar tertutup longsor.

“Diperkirakan jumlah korban jiwa dan kerusakan bangunan akan terus bertambah,” imbuh Sutopo. (Rep-05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *