Ini Upaya Pemkab Karo Mempopulerkan Kopi Karo

oleh -544 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana (kanan) menerima penghargaan kategori perkuatan kelembagaan Badan POM dari Kepala Balai Besar POM Medan Yulius Sacramento Tarigan, Rabu 28 Agustus 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Upaya Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mendongkrak pemasaran komoditi pertanian, di antaranya kopi Karo, mendapatkan apresiasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Bupati Karo Terkelin Brahmana dianugerahi penghargaan kategori Perkuatan Kelembagaan BPOM.

Hal ini dinyatakan Kepala Balai Besar POM Medan Yulius Sacramento Tarigan saat menyerahkan sertifikat izin edar pangan olahan kepada enam usaha mikro kecil menengah (UMKM) kopi Karo. Penyerahan sertifikasi izin edar pangan olahan dilangsungkan di ruang rapat Kantor Bupati Karo, Rabu 28 Agustus 2019.

Yulius Sacramento Tarigan menyatakan, pemberian sertifikat ini mengacu kepada  peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.

“Selain memberikan sertifikat izin edar pangan olahan, kita memberikan penghargaan juga kepada Bupati Karo kategori perkuatan kelembagaan Badan POM dan kerja sama produktif dalam strategi dan operasional pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha sampai dengan fasilitator desa,” tutur Yulius.

Simak Berita Potensial  Kopi Karo di Pasar Internasional

Penyerahan sertifikat izin edar pangan olahan dan penghargaan BPOM kepada Bupati Karo dihadiri pelaku usaha kopi Karo, Staf Ahli Agustin Pandia, Kepala Dinas  Kesehatan Irna safrina Meliala, Kepala Dinas  Pertanian Metehsa Purba, Kepala Dinas  Perindag Edison Karokaro, Kepala Dinas Ketahan Pangan Paten Purba, dan Kabag Otda Robinson Brahmana.

Kepala Balai Besar POM Medan Yulius Sacramento Tarigan menyatakan, tidak semua kabupaten, daerah mendapatkan penghargaan program BPOM Medan tahun 2019.

Baca Berita:

Sudah 100 Persen Sistem Jaringan Kabel Telkom Kabanjahe Gunakan Fiber Optik

Bupati Karo Apresiasi Sosialisasi Cinema Edutainment ILMCI

“Ini hanya diberikan bagi tiga kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara, yaitu Tobasa. Kota Tanjung Balai, dan Kabupaten Karo,” ujarnya.

Dijelaskan, sertifikat izin edar pangan olahan yang akan diterima UMKM yang memiliki nilai plus.

“Sebab tujuan sertifikat  izin edar ini adanya standar nasional-internasional ada, jadi nyaman bagi para konsumen,” tegasnya.

Yulius menceritakan, di Provinsi Bali, semua restoran, rumah makan, perhotelan  bahkan kuliner yang disajikan semuanya sudah layak konsumsi sesuai standar nasional.

“Ini dapat kita contoh di daerah Bali, semua restoran, rumah makan, perhotelan  bahkan kuliner yang disajikan semuanya sudah layak konsumsi sesuai standar nasional. Karena sudah ditempelkan produk di setiap rumah makan, hotel, restauran “halal”.  Jadi, ini juga dapat kita terapkan di Kabupaten Karo. Apalagi wacana ke depan Kabupaten Karo, jagung akan tonjolkan.  Tetapi (sertifikat izin edar) masih dalam proses di (BPOM) pusat, dengan tujuan jagung juga dapat izin edar,” kata Yulius.

Di tempat itu, Yulius menyatakan optismismenya terhadap sertifikasi izin edar pangan olahan jagung dari Kabupaten Karo, meski masa dinasnya di akan berakhir pada bulan depan.

“Walaupun saya akan habis masa tugas per 1 September 2019 ini. Saya optimis ke depan jagung Kabupaten Karo akan keluar sertifikat izin edar pangan olahan dan halal,” tegasnya.

Dikatakannya, komiditi jagung hasil pertanian petani Karo, dapat diolah menjadi cipera (masakan khas Karo).

“Baik cipera sop, cipera kuliner apapun namanya. Ini oleh-oleh khas Karo. Ini harapan kita ke depan. Begitu juga kopi Karo layak menjadi kopi nomor satu di Indonesia. Rasanya sesuai pengujian kami Balai POM,” ungkap Yulius.

Bupati Karo Terkelin Brahmana berterima kasih atas pemberian penghargaan oleh Balai POM Medan kepada Pemda Karo.

Terkelin menyatakan Pemda Karo akan terus mengedukasi para pelaku UMKM agar mendapatkan sertifikat izin edar pangan olahan dari BPOM.

“Kita  akan edukasi terus agar pelaku UMK lainnya juga mendapat izin edar. Ini sangat penting, seperti yang dikatakan Kepala Balai POM Medan tadi, produk yang sudah keluar izin edar maka konsumen tidak merasa takut.  Produk tersebut layak dikonsumsi. Kami Pemkab Karo akan membentuk tim terpadu untuk membahas ke depan agar setiap perhotelan, restoran dan rumah makan akan kita edarkan produk yang sudah keluar sertifikat dan izin edarnya,” kata Terkelin.

Penyerahan sertifikat izin edar pangan olahan diserahkan Bupati Karo bersama Kepala Balai Besar POM Medan Yulius Sacramento Tarigan secara simbolis kepada Usaha Mikro Kopi Berastagi, Big O Coffee (Yusbitanta Ginting), dan PT Agro Kopi Karo Sumatera (Antoni Bangun). (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *