Kabupaten Padang Lawas Dilanda Banjir Bandang, 6 Rumah Hanyut

oleh -139 Kali Dibaca
Dampak banjir bandang disertai tanah longsor melanda 11 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara, Jumat 12 Oktober 2018. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM –  Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara, dilanda banjir bandang. Peristiwa air bah dengan ketinggian hingga 3 meter, itu berlangsung saat sebagian warga sudah terlelap tidur, pada Jumat 12 Maret 2021, sekitar pukul 21.00 WIB.

Dalam kejadian banjir bandang di Kabupaten Padang Lawas tersebut, enam unit rumah warga hanyut dan puluhan lainnya rusak. Wilayah yang terdampak banjir bandang meliputi lima desa di Kecamatan Ulu Barumun.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa malam, 16 Maret 2021, merilis, penyebab banjir bandang salah satunya intensitas hujan yang menyebabkan meluapnya air sungai Batang Taris.

“Kejadian ini dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya sungai Batang Taris. Saat insiden berlangsung, tinggi muka air antara 50 – 300 cm,” kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dikutip dari situs resmi BNPB.

Baca Juga:

Gempa Bumi di Banggai Laut, Warga Rasakan Guncangan 2 Detik

Dua Bulan Pasca Gempa Bumi, 8.658 Warga Sulbar Masih Mengungsi

Banjir bandang di Kabupaten Padang Lawas, menghanyutkan 6 unit rumah warga, 2 unit rumah rusak sedang dan 6 lainnya rusak ringan. Di samping itu, 57 unit rumah dan sejumlah fasilitas umum dan sosial terdampak banjir bandang.

BPBD Kabupaten Padang Lawas menginformasikan pasca kejadian, kawasan terdampak masih menyisakan material lumpur.

BPBD Kabupaten Padang Lawas bersama dinas terkait dan masyarakat terus melakukan upaya pembersihan material lumpur.

Ada pun wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Padang Lawas, meliputi lima desa di Kecamatan Ulu Barumun; Desa Pintu Padang; Paringgonan, Paringgonan Julu, Matondang; dan Simanuldang.

Warga korban banjir bandang di Kabupaten Padang Lawas, rumahnya hanyut dan rusak kini berada di pengungsian.

Data BPBD Kabupaten Padang Lawas mencatat sebanyak 57 kepala keluarga (KK) terdampak banjir bandang, 17 KK mengungsi.

Merespons peristiwa bencana alam itu, BPBD Kabupaten Padang Lawas segera melakukan upaya darurat di bawah kendali pos komando yang cepat terbentuk. Upaya darurat yang dilakukan antara lain, penyelamatan dan evakuasi, pendirian tenda keluarga, pendistribusian air bersih dan sembako serta pendataan dan koordinasi multipihak.

Hasil pendataan kebutuhan mendesak yang masih diperlukan antara lain alat transportasi untuk distribusi bantuan, pakaian, sembako, tangki air bersih, MCK darurat, vitamin dan obat-obatan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *