Kanwil DJBC Sumut Musnahkan BMN Senilai Rp3,57 Miliar

oleh -118 Kali Dibaca
Kanwil DJBC Sumut memusnahkan barang milik negara hasil penindakan kepabeanan dan cukai 2020-2021, di Kantor Bea Cukai Belawan, Selasa 16 November 2021. [Foto Ist]

RIENEWS.COM – Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan kepabeanan dan cukai dari tahun 2020 hingga 2021, senilai Rp3,57 miliar dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan di Kantor Bea Cukai Belawan, Selasa 16 November 2021.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Sumatera Utara, Parjiya dalam siaran persnya, menjelaskan BMN hasil penindakan kepabeanan dan cukai yang dimusnahkan umumnya merupakan BMN hasil penindakan dari tahun 2020 sampai 2021 yang telah mendapat persetujuan pemusnahan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

Produk impor yang dimusnahkan beragam. Mulai dari pakaian bekas, obat-obatan, alat kesehatan, kosmetik, barang elektronik, spareparts, aksesoris, makanan dan minuman olahan kadaluwarsa, minyak goring, rokok, minuman keras.

Baca Juga: Ini Versi BNN Keterlibatan Oknum DPRD Langkat Kasus 105 Kg Shabu

Parjiya menyebutkan nilai barang tersebut sekitar Rp3,57 miliar. “Dan potensi kerugian negara yang ditimbulkan karena tidak dipungutnya Cukai, Bea Masuk, dan Pajak Dalam Rangka Impor sekitar Rp3,45 miliar,” ungkapnya.

Bidang penegakan hukum, Bea dan Cukai di wilayah Sumatera Utara (Sumut), medio 2020-2021 telah menyidik 34 kasus lakukan pelanggaran kepabeanan maupun cukai.

“Hal ini bisa terlaksana dengan baik karena dukungan dari Kejaksaan,” ujar Parjiya.

Baca Juga: Pemkab Karo-Imigrasi I Medan Gelar Rakor Pengawasan Orang Asing

Disebutkannya, Provinsi Sumatera Utara masih terdapat kemungkinan penyelundupan, seperti impor barang illegal, Narkotika maupun peredaran rokok illegal dan minuman keras ilegal.

“Saat ini Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Kantor-Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai di wilayah Sumatera Utara bersinergi dengan aparat penegak hukum serta masyarakat, untuk terus berkomitmen melakukan penertiban secara berkesinambungan,” tutur Parjiya.

Pemusnahan BMN dilakukan di antaranya cara dibakar, dipotong sehingga barang yang dimusnahkan menjadi rusak, hancur dan tidak bernilai lagi.

“Kegiatan ini tentunya sejalan dengan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yaitu Perlindungan Masyarakat (Community Protection) dari masuknya barang impor ilegal dan Peredaran Barang Kena Cukai Ilegal,” pungkas Parjiya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *