Kawal Pemilu 2019 UMY Terjunkan 186 Mahasiswa Sebagai Relawan

oleh -768 Kali Dibaca
Pembekalan dan Penerjunan Mahasiswa KKN Tematik Pengawasan Pemilu 2019 yang dilaksanakan Lembaga Penelitian, Publikasi & Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LP3M UMY), Rabu 20 Maret 2019, di Ruang Sidang Geung Ar. Fachruddin B, UMY. [Foto UMY | Rienews]

RIENEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengerahkan 186 mahasiswa KKN sebagai relawan dalam pengawasan pelaksanaan Pemilu 2019. Keterlibatan UMY dalam pengawasan pemilihan Presiden/ Wakil Presiden, calon DPD, DPR, dan DPRD sebagai bentuk komitmen turut aktif dalam pengawasan Pemilu.

Ke 186 mahasiswa akan disebar di 22 desa, di 18 kecamatan di Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Gunung Kidul, dan Kota Yogyakarta, mulai dari tanggal 25 Maret sampai 24 April 2019.

Pengerahan mahasiswa UMY ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) UMY dengan Bawaslu RI pada 20 Januari 2019 di Balai Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, DIY, dalam acara Deklarasi Desa Anti Politik Uang (APU).

APU merupakan upaya konkret dalam menciptakan Pemilu yang bermutu dan berintegritas.

Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Ir. Sukamta, ST, MT., menyatakan para mahasiswa yang mengikuti program KKN Relawan Pemilu untuk bisa mengambil segala hal positif, karena telah terlibat langsung dalam pelaksanaan pesta demokrasi.

Baca Berita: Bupati Terima Kasih Akhirnya 51 Bidan PTT di Karo Diangkat Jadi PNS

Baca Juga: Desa Hargomulyo Deklarasi Desa Anti Politik Uang

Selain itu, Sukamta berpesan kepada mahasiswa untuk memiliki pendirian yang teguh dan tidak terbawa arus politik yang buruk. Segala keputusan yang diambil harus dipikirkan dengan kepala jernih dan atas dasar Islam serta Muhammadiyah.

“Sebagai mahasiswa UMY kalian harus bisa menyebarkan nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah. Pendirian kalian juga harus kokoh agar bisa menghadapi segala kondisi yang terjadi di lapangan,” imbuh Sukamta.

Komisioner Badan Pengawasan Pemilu Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) Muh. Amir Nashiruddin, S.HI., menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pemilu 2019 sangat berpotensi mendapat gangguan dari banyak hal. Mulai dari penyelenggara Pemilu yang tidak netral, praktik politik uang dari peserta Pemilu.

“Banyak sekali faktor yang bisa menjadikan Pemilu terganggu. Sikap keberpihakan dari orang yang menyelenggarakan Pemilu kepada salah satu peserta Pemilu juga rawan terjadi yang menyebabkan kecurangan pada Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ditambah lagi dengan bagi-bagi uang dari tim kampanye salah satu calon menyebabkan bertambah buruknya Pemilu,” kata Amir saat berbicara pada acara Pembekalan dan Penerjunan KKN Tematik Pengawasan Pemilu 2019 yang dilaksanakan Lembaga Penelitian, Publikasi & Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LP3M UMY) yang bekerjasama dengan Bawaslu RI, Rabu 20 Maret 2019, di Ruang Sidang Geung Ar. Fachruddin B, UMY.

Amir tidak menampik ada oknum-oknum dari penyelenggara Pemilu yang melakukan kecurangan, juga pemilih yang bertindak curang dengan memilih lebih dari satu kali. Untuk itu, Bawaslu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengawal dan mengawasi jalannya Pemilu yang akan dilaksanakan pada April 2019.

“Partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu dapat berwujud pencegahan, pengawasan, pemberian informasi, pelaporan, dan saksi,” kata Amir. (Rep-02 | Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *