Kena OTT KPK, Segini Harta Kekayaan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap

oleh -1.983 Kali Dibaca
Pangonal Harahap Bupati Labuhanbatu periode 2016-2021. [Foto id.wikipedia.org]

RIENEWS.COM Pangonal Harahap resmi menjabat sebagai Bupati Labuhanbatu, pada 17 Februari 2016, sekaligus menjadi Bupati ke-18 di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Pangonal Harahap telah dua kali memberikan laporan kekayaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada tahun 2015 saat menjabat anggota DPRD Labuhanbatu dan sebagai calon Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap melaporkan memiliki total harta kekayaan Rp2,3 miliar. Di laporan kedua pada 2016 dengan jabatan Bupati Labuhanbatu (periode 2016 – 2021), Pangonal Harahap melaporkan memiliki total harta kekayaan Rp5,02 miliar.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diperoleh rienews.com dari situs resmi KPK, total harta kekayaan Pangonal Harahap bertambah, dari total harta kekayaan yang dilaporkan pada tahun 2015 sebesar Rp2.325.795.071, menjadi Rp5.022.527.174 pada laporan LHKPN tahun 2016.

Baca Berita: Bupati Karo Apresiasi PT WEB Perbaiki Jembatan Desa Limang

Penambahan harta kekayaan Pangonal Harahap pada harta tidak bergerak (tanah dan bangunan).

Di LHKPN 2015, Pangonal Harahap melaporkan memiliki harta tidak bergerak (tanah dan bangunan) sebanyak 6 bidang tanah dengan nilai Rp183.220.000. Pada  LHKPN tahun 2016, bertambah menjadi 41 bidang tanah tersebar di Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padang Lawas Utara, Deli Serdang, dan di Kota Medan, dengan nilai keseluruhan Rp2.650.252.000.

Harta bergerak (alat transportasi) di LHKPN 2015, Pangonal Harahap melaporkan memiliki dua kendaraan dengan nilai Rp800.000.000. LHKPN 2016 Pangonal Harahap melaporkan miliknya kendaraan (harta bergerak) dengan nilaiRp 1.202.500.000.

Kekayaan logam mulia yang dimiliki Pangonal Harahap bernilai tetap dari laporan LHKPN 2015 dan LHKPN 2016, senilai Rp38.710.000.

Sedangkan surat berharga, giro (setara kas) pada LHKPN 2015 Rp1.303.865.071, di LHKPN 2016 berkurang menjadi Rp1.131.065.174.

Tim Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Selasa 17 Juli 2018, menangkap Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap beserta lima orang lainnya, terdiri dari pihak swasta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan tidak ada perlawanan dari Pangonal saat diamankan.

Dikutip dari laman Tempo, tim OTT KPK melakukan penangkapan di dua tempat, yakni di Jakarta dan Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap dan ajudannya ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Di Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, tim OTT KPK menangkap pihak swasta H.T dan Ri dari area Bank Sumut Cabang Rantauprapat, Jalan Cut Nyak Dien, dan AK.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan penangkapan terhadap Bupati Labuhanbatu terkait proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Hasil dari OTT KPK menyita uang ratusan juta rupiah diduga terkait dengan proyek Dinas PUPR di Kabupaten Labuhanbatu. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *