Korban Sinabung Kembali Gelar Unjukrasa Tuntut Pencairan Dana Bantuan

oleh -1.287 Kali Dibaca
Aksi korban terdampak erupsi Gunung Sinabung di Gedung DPRD Karo pada Kamis 20 September 2018. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Korban terdampak erupsi Gunung Sinabung kembali menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Karo dan Kantor Bupati Karo, menuntut pencairan dana bantuan dari pemerintah yang hingga kini belum diterima warga.

Aksi ini merupakan aksi kedua kalinya digelar korban terdampak erupsi Gunung Sinabung dari Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin 24 September 2018.

Aksi dimulai dari Gedung DPRD Karo dan selanjutnya massa menuju Kantor Bupati Karo. Hingga pukul 16.00 WIB massa masih bertahan di Kantor Bupati Karo.

Kepala Desa Berastepu, Gemuk Sitepu didampingi warga pengungsi, menjelaskan, sejak keluar dari posko pengungsi pada tahun 2014, hingga saat ini mereka baru menerima dana Jatah Hidup (Jadup/Penjayon) yang disalurkan Dinas Sosial.

Sedangkan dana Jaminan Hidup dan dana bantuan sewa rumah, ladang dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo sama sekali belum diterima warga.

Berita Sebelumnya: Korban Erupsi Sinabung Tuntut Bantuan Pemerintah

Baca Berita: Korupsi Rp 189 Juta, Jaksa Tahan Mantan Bendahara Dinas LHK Karo Rahman Batubara

“Warga Desa Berastepu jumlahnya 874 Kepala Keluarga, kami sangat mengharapkan agar secepatnya diselesaikan, dan kami menduga kalau (dana) Jaminan Hidup untuk warga telah dimakan oleh BPBD,” tegas Gemuk Sitepu.

Dia juga mengaku warga korban terdampak tidak mengetahui adanya pembangunan relokasi di Nangbelawan Dua. Gemuk Sitepu menyesalkan sikap DPRD Karo yang dianggap menghambat bentuk pencairan.

“Kenapa mesti diperlambat, itukan hak pengungsi. Mana hati nurani mereka terhadap kami selaku korban bencana,” imbuhnya.

Atas sikap anggota DPRD Karo seperti itu, Gemuk Sitepu menyerukan warganya untuk tidak lagi memilih anggota Dewan tersebut di Pemilihan Legislatif 2019.

“Saya sudah katakan kepada seluruh warga Desa Berastepu agar jangan lagi memilih anggota DPRD Karo pada  tahun 2019 ini. Walaupun para calon itu ada memberikan sesuatu lebih baik ditolak. Karena mereka bukan memihak kepada rakyat. Anggota DPRD Karo bukan memihak kepada rakyat melainkan Dewan Penipu Rakyat,” kata Gemuk Sitepu dengan emosi.

Hingga jam 16.00 WIB, para pedemo masih bertahan menduduki halaman kantor Bupati Karo, menunggu penjelasan Bupati Karo dan anggota DPRD Karo yang mendadak melakukan rapat terkait aksi tersebut

Aksi sebelumnya digelar warga Desa Berastepu pada Kamis 20 September 2018. Mereka menuntut haknya selama 1,5 tahun belum dipenuhi oleh Pemkab Karo melalui Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD).  (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *