Sekitar pukul 20.00 WIB, Rama dan penyintas bencana banjir lainnya baru mendapatkan pasokan makanan dari Partai Gerindra.
“Tadi diantar Bu Dewi (Gerindra) ada sekitar 100 kotak nasi goreng,” ungkapnya.
Sementara Rudi, warga Kecamatan Medan Petisah, mengaku hal yang sama. Meski rumahnya terdampak banjir, namun ia dan keluarganya memilih tidak mengungsi, bertahan di rumahnya.
“Tidak ada satu pun yang datang beri bantuan logistik. Entah kalau yang dipengungsian,” katanya.
Selain kesulitan mencari pasokan logistik, ia juga kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Tiga SPBU yang didatanginya, tidak ada stok BBM.
“Butuh BBM untuk menyalakan genset (generator set),” akunya.
Wali Kota Medan Rico Waas yang dikonfirmasi sejak Jumat siang hingga malam, tidak merespons. Pesan melalui aplikasi percakapan Whatsapp dan sambungan telepon tidak dijawab hingga laporan ini diterbitkan. (Rep-02)






