Laporan BNPB Soal Bencana Longsor dan Banjir di Indonesia

oleh -2.109 Kali Dibaca
Tim SAR gabungan menemukan dan mengevakuasi korban meninggal. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, bencana longsor dan banjir di beberapa wilayah di Indonesia, mengakibatkan korban meninggal dunia, luka-luka, mengungsi, kerusakan rumah dan infrastruktur. Di sebagian wilayah bencana oleh BNPB dikategorikan sebagai bencana hidrometeorologi yang paling mematikan.

BNPB terus melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan monitoring bencana yang terjadi di beberapa wilayah tersebut.

KLIK: Bencana Banjir di Jawa Barat Dipolarisasi Penebar Hoaks

Banjir terjadi di Desa Sukanagara, Padaherang, Pangandaran, Jawa Barat sejak Jumat 23 Februari 2018, pagi kemarin. Ketinggian air mencapai 2,8 meter di beberapa titik yang mengakibatkan 32 unit rumah terendam.

Banjir menyebabkan 32 KK (94 jiwa) mengungsi.

Banjir juga terjadi di Desa Tarisi dan Cikaronjo, Kecamatan Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah. BPBD setempat telah melakukan upaya darurat, salah satunya bantuan logistik pada 628 KK (1.634 jiwa) yang terdampak banjir.

Sekitar 477 rumah terendam di wilayah tersebut. Banjir dipicu oleh intensitas tinggi hingga ketinggian air termonitor pada pukul 14.00 waktu setempat pada Jumat kemarin.

Wilayah lain yang terdampak banjir yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi yaitu Desa Bojong Koneng di Kabupaten Bogor dan Kelurahan Cibadak, Kota Bandung.

“Wilayah ini terdampak pada Kamis lalu, (22/2) dan telah mendapatkan penanganan darurat dari BPBD setempat. Tidak ada korban meninggal akibat insiden ini namun sejumlah rumah terendam,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan persnya, Sabtu 24 Februari 2018.

Sementara itu longsor terjadi di beberapa titik di Provinsi Jawa Tengah. BNPB mengategorikan longsor sebagai bencana hidrometeorologi yang paling mematikan.

Sejumlah longsor dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi. Longsor terjadi di Kabupaten Purbalingga dan Brebes, di mana terdapat dua titik longsor di Kabupaten Brebes, yaitu Desa Rajawetan dan Desa Pasir Panjang.

Longsor di Purbalingga telah mengakibatkan 4 orang meninggal dunia, 5 luka ringan dan 1 luka berat pada Kamis 22 Februari 2018.

Di sisi lain, longsor di Desa Pasir Panjang, Kabupaten Brebes, mengakibatkan kerugian dan kerusakan yang lebih besar.

Hingga kini, Sabtu 24 Februari,  9 orang meninggal dunia, 2 korban belum berhasil diidentifikasi, dan 13 masih dinyatakan hilang. BPBD Kabupaten Brebes telah mendirikan Pos Komando (Posko) di rumah warga terdekat lokasi bencana.

Merespons bencana longsor di Kabupaten Brebes, Kepala BNPB Willem Rampangilei meninjau lokasi bencana dan memberikan arahan penanganan darurat.

Saat rapat koordinasi dengan Bupati Brebes, TNI/Polri, serta dinas terkait di posko Desa Pasir Panjang Kab.Brebes, Willem Rampangilei mengatakan, sesuai arahan Presiden Jokowi ada dua hal yang harus segera dilakukan.

“Pertama segera lakukan operasi penanganan darurat. Kedua, lakukan proses pemulihan dini secepatnya,” jelas Willem di Posko pada Jumat 23 Februari 2018.

BNPB telah memberikan bantuan dana untuk penanganan darurat.

“Kebutuhan selama 7 hari ke depan sudah terpenuhi, kebutuhan memdesak yang belum cukup adalah selimut, dan BNPB akan memberikan bantuan secepatnya dari Jakarta untuk dikirim,”kata Willem.

Kepala BNPB Willem Rampangilei, hari ini ( Sabtu 24 Februari 2018), meninjau lokasi longsor di Desa Pasir Panjang dan tanggul Sungai Cisanggarung yang jebol akibat banjir serta menyapa para pengungsi korban banjir di Desa Bojongsari, Brebes.

Penanganan darurat longsor di desa ini melibatkan TNI, Polri, sukarelawan, organisasi masyarakat dan aparat desa setempat.

Pencarian pada Jumat kemarin, sempat dihentikan karena cuaca hujan lebat.

BPBD dibantu TNI dan Polri serta SKPD setempat telah memasang rambu peringatan longsor di ruas jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Palem dan Kecamatan Banjarharjo. Bupati Brebes juga telah menetapkan status tanggap darurat longsor, terhitung 22 Februari 2018 – 7 Maret 2018.

Tidak hanya longsor di Kabupaten Brebes, tetapi sejumlah desa di 5 kecamatan terdampak banjir.

BPBD Provinsi Jawa Tengah melaporkan banjir terjadi di 27 desa di 5 kecamatan, yakni Kecamatan Brebes, 8 desa ( Pemaron, Pulosari, Krasak, Terlangu, Wangandalem, Kel. Limbangan Kulon, Kel. Brebes, Kel. Gandasuli).

Kecamatan Wanasari 6 desa (Lengkong, Jagalempeni, Glonggong, Sidamulya, Pebatan, Sisalam). Kecamatan Losari Ds. Kalibuntu 11 desa (Ds. Karangsembung, bojongsari, Babakan, Kalibuntu, kedungneng, randusari, Pekauman, losari Kidul, Losari lor, Pengabean, Karangdempel).

BPBD melaporkan 3 orang meninggal yaitu di Kecipir 1 orang dan Bojongsari 2 orang. Banjir juga menggenangi jalan pantura dan jalan tol KM 238 di Ds. Bojongsari

Kecamatan Cileduk 1 desa (Cileduk) jalan tol Km 237, Kecamatan Tanjung 1 desa  (Ds. Luwungbat). (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *