Lindu Guncang Lombok Belum Berakhir

oleh -3.558 Kali Dibaca
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban meninggal dampak gempa7 SR mengguncang Lombok, NTB.[Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COMGempabumi mengguncang Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Minggu 29 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR), dan Minggu 5 Agustus 2018 dengan kekuatan 7 SR, belum berkahir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, Minggu 19 Agustus 2018, gempabumi kembali mengguncang Lombok sebanyak dua kali dengan kekuatan 5,4 SR dan 6,4 SR.

Gempa pertama terjadi pada pusat gempa 25 km timur laut Lombok Timur dengan kedalaman 10 Km, berlangsung sekitar pukul 10.06 WIB. Kemudian gempa kedua dengan kekuatan 6,5 SR dengan episentrum 32 km timur laut Lombok Timur NTB pada kedalaman 10 km terjadi sekitar pukul 11.06 WIB. BMKG menegaskan Gempa tidak berpotensi tsunami.

Berita Terkait: Gempa Lombok, Korban Meninggal Sudah Capai 460 Orang

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan Posko BNPB telah melakukan analisis dan konfirmasi dampak gempa Lombok ke BPBD.

“Guncangan gempa dirasakan keras selama 4-8 detik dirasakan di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Barat dan Lombok Tengah. Guncangan sedang selama 4-6 detik dirasakan di Kota Mataram, Kota Denpasar, Jembrana, Karangasem, Badung, Gianyar, Bangli, Tabanan, Klungkung dan Buleleng,” sebut Sutopo.

Gempa menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah atau tenda pengungsian di Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.

“Belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa akibat gempa,” tegas Sutopo dalam siaran persnya.

Guncangan paling keras dirasakan di Lombok Timur. Masyarakat di Sembalun Lombok Timur, yang sedang bekerja di kebun dan berkendara motor di jalan, segera berlarian mencari tempat aman.

“Mereka meninggalkan kebun dan sepeda motornya. Berkumpul di tempat aman,” kata Sutopo.

Berdasarkan laporan Babinsa beberapa kerusakan rumah dan bangunan di Desa Korleko Selatan seperti menara Masjid Babussalam Dusun Lembak Daya Kecamatan Sembalun.  Dua kios depan Kantor Desa Madaen roboh. Rumah masyarakat yang sebelumnya masih tegak namun rusak, akhirnya roboh akibat gempa 6,4 SR.

Tidak ada laporan korban jiwa dan kerusakan. Masyarakat bertambah trauma dengan gempa-gempa susulan, apalagi gempa yang dirasakan keras.

Di Bali, masyarakat dan wisatawan merasakan guncangan ringan hingga sedang. Sebagian segera keluar rumah dan bangunan. Tidak ada kepanikan. Belum ada laporan dampak gempa.

Dampak gempa 6,5 SR telah menyebabkan longsor di beberapa titik lereng Gunung Rinjani, seperti di Bukit Pegangsingan dan Bukit Anak Dara Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Material batu-batu dari bagian atas gunung longsor menuruni lereng sehingga menimbulkan debu di lereng Gunung Rinjani.

“Tidak ada korban jiwa karena Taman Nasional Gunung Rinjani sampai saat ini masih ditutup. Tidak ada aktivitas masyarakat dan wisatawan di dalam Gunung Rinjani. Namun demikian petugas SAR akan melakukan penyisiran setelah gempa nantinya,” pungkas Sutopo.

BPBD bersama aparat TNI, Polri, Basarnas, Tagana, SKPD, PMI, relawan dan lainnya masih melakukan pemantauan dampak gempa. Laporan akan disampaikan kepada media, masyarakat dan berbagai pihak jika telah menerima laporan di lapangan. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *