Meski Minim Anggaran, Kinerja BNN Karo Capai Target 2018

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Karo, AKBP Heppi Karokaro memaparkan capaian kerja Tahun 2018 kepada wartawan, Jumat 21 Desember 2018. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Meski memiliki kendala minim anggaran, kinerja Badan Narkotika Nasional Kabupaten Karo di tahun 2018, mencapai target. Hal ini diungkapkan Kepala BNN Karo AKBP Heppi Karokaro kepada wartawan, Jumat 21 Desember 2018.

Dalam pemaparan catatan akhir tahun 2018, Heppi menegaskan, BNN Karo yang dipimpinnya mencapai target yang dibebankan dalam DIPA-RKAKL Tahun 2018.

“Selama setahun, terhitung Januari hingga Desember, BNN Karo mencapai semua target yang dibebankan sesuai DIPA-RKAKL tahun 2018,” kata Heppi di Kantor BNN Karo, Jalan Pahlawan Padang Mas, Simpang Enam, Kabanjahe.

Untuk seksi  pemberantasan, sebut Heppi, target yang diserahkan pemerintah hanya dua kasus. BNN Karo melakukan penindakan hingga 10 kasus, dengan rincian 6 kasus sudah P-21 dengan 7 orang tersangka.

Baca Berita: Kades dan Perangkat Desa Karo Ikut Program BPJS Ketenagakerjaan

BNN Karo juga mengungkap kasus penemuan dua ladang ganja di wilayah Tanah Karo, di Desda Aji Jahe, Kecamatan Tigapanah, dan Deda Ujung Teran, Kecamatan Merdeka. Dengan barang bukti  322 batang ganja.

“Dari penemuan (ladang ganja) itu kita berkesimpulan bahwa masyarakat saat ini masih berupaya melakukan penanaman ganja. Bahkan, ganja yang ditanam tersebut sudah pernah panen dan diedarkan di tingkat desa,” kata Heppi.

Barang bukti lainnya, sabu seberat 69,8 gram, ekstasi 17 butir dan daun ganja sebarat 137,7 kilogram.

Heppi menegaskan, BNN Karo mengutamakan tindakan pencegahan yang dilakukan dengan advokasi di  25 desa, di 24 sekolah tingkat SMP dan SMA. BNN Karo juga membentuk relawan anti narkoba sebanyak 521 orang yang terdiri dari pelajar dan masyarakat yang diangkat oleh kepala desa dan kepala sekolah.

“Para relawan anti narkoba ini sudah terbentuk di semua sekolah dan desa se-Tanah Karo. Kebijakan ini memang berada sepenuhnya di tangan kepala sekolah.  Ini hanya teknis yang kita berikan untuk menekan penyalahgunaan narkoba di sekolah,” imbuh Heppi.

Sepanjang tahun 2018, BNN Karo memasukkan 21 orang, pecandu narkoba, dalam program rehabilitasi.

“Bahkan ada 21 orang masyarakat memasukkan sendiri anggota keluarganya untuk  direhabilitasi. Seandainya Pemda Karo berperan dalam anggaran, masih sangat banyak saudara kita yang akan terbantu. Meski keterbatasan anggaran, kita tetap semangat  bekerja. Semua terget melampau anggaran DIPA. Memang, keberhasilan ini belum terlihat secara signifikan karena kita tahu, peredaran narkoba sangat marak  di Tanah Karo ini. Bahkan narkoba ini sudah masuk ke desa-desa,” pungkas Heppi. (Rep-01)