Dia menambahkan, umat Islam punya kepedulian yang kuat dalam hal membangun kekuatan umat secara bersama-sama. Maka, pasti umat Islam yang lemah dalam perekonomiannya bisa terangkat kualitasnya dan bisa menjadi modal pembangunan ke depan melalui anak-anak yang bisa dididik.
“Anak-anak mereka yang kurang mampu itu tidak dipedulikan, khawatir kita ini bukan menjadi modal pembangunan tapi jadi beban pembangunan. Pada hal, potensi-potensi anak muda tahun 2040 menjadi bonus demografi. Ini menjadi seperti dua mata pisau. Bisa bermanfaat dan bisa juga melukai. Oleh karena itu dibutuhkan arahan dan mereka diberi kekuatan untuk sekolah sehingga menjadi modal pembangunan,” imbuh Hasan.
Dia meneguhkan, dengan bersatunya umat membantu perekonomian umat Islam lainnya, akan menjadi nilai lebih untuk mengangkat martabat umat Islam.
“Dan ini bisa dilakukan bersama-sama. MUI hanya bisa membangun lembaga ini, dan kita maksimalkan fungsi Mitra Rumah Zakat menjadi media penyalur zakat, infaq sedekah dalam membangun kualitas umat di Kota Medan,” tegasnya.
Ketua Komisi Ziswaf MUI Medan, Suherman yang nantinya pengendali Mitra Rumah Zakat MUI Kota Medan, menyatakan inisiasi ini bertujuan memotivasi pengurus MUI Kota Medan baik di kecamatan untuk berbagi rezeki kepada umat Islam Kota Medan.
“MUI tidka hanya menerima, tapi juga memberi. Karena ini melengkapi dakwah kita selama ini, serta memberi contoh kepada masyarakat untuk mendonasikan zakatnya yang nantinya diberikan kepada umat yang layak dibantu,” pungkasnya. (Rep-03 | Red)






