Pasca Kenaikan Status Merapi, 607 Warga Kecamatan Dukun Dievakuasi

oleh -157 Kali Dibaca
Lokasi penampungan para penyintas Gunung Merapi dari Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Pasca peningkatan status Gunung Merapi menjadi Level III atau Siaga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah,  mengevakuasi 607 warga yang termasuk dalam kelompok rentan seperti balita, lansia (lanjut usia), ibu hamil, ibu menyusui dan disabilitas.

Warga penyintas kategori kelompok rentan itu dievakuasi BPBD Kabupaten Magelang dari tiga desa yang masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III, yakni Desa Krinjing, Desa Paten dan Desa Ngargomulyo di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, pada Jumat 6 November 2020.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyebutkan,  warga kelompok rentan yang berasal dari Desa Krinjing berjumlah 124 warga, terdiri dari 42 balita, 36 lansia, 3 ibu hamil, 41 ibu menyusui, dan 2 disabilitas.

Kemudian penyintas dari warga Desa Paten, Dusun Babadan I dan Babadan II, dievakuasi ke Desa Banyurejo dan Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, dengan jumlah 356 orang warga kelompok rentan.

Berita Terkait: Status Gunung Merapi Menjadi Siaga, Ini 12 Desa Masuk Wilayah Bahaya

Sementara, sebanyak 127 warga kelompok rentan dari Desa Ngargomulyo dievakuasi ke empat titik pengungsian, Gedung NU Ketaron, Gedung Futsal Tejowarno, Gedung PPP Prumpung dan PAY Muhammadiyah.

“BPBD Kabupaten Magelang juga telah mendistribusikan logistik ke beberapa desa yang menjadi titik pengungsian seperti Desa Mertoyudan, Desa Banyurojo dan Desa Deyangan di Kecamatan Mertoyudan.

Selain itu, BPBD Kabupaten Magelang bersama tim gabungan seperti PMI, Basarnas, Pemerintah Desa, Forkopimcam, Damkar, Dinas Sosial, TNI, Polri, relawan dan komponen terkait juga mendirikan dapur umum untuk menyuplai kebutuhan makanan bagi para pengungsi,” jelas Raditya dalam siaran pers, Jumat malam, 6 November 2020.

Jangan Panik

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi para penyintas yang bersedia dievakuasi. Ganjar mengajak agar warga tetap waspada dan tidak perlu panik serta selalu mengikuti arahan dari petugas.

“Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada. Saya kira masyarakat sudah terbiasa dengan kondisi semacam ini,” kata Ganjar.

Dalam penanganan para penyintas Gunung Merapi tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, melakukan pengecekan suhu tubuh dan mewajibkan seluruh warga untuk menjalani tes cepat (rapid test) serta mendata kondisi kesehatan seluruh warga yang dievakuasi.

Baca Berita:

Pemerintah Klaim Vaksin Covid Aman dan Lolos Uji Klinis

Pemkab Karo-Pemkab Dairi Jalin Kerja Sama RT-RPJMD

Apabila terdapat warga yang reaktif, maka akan dirujuk di rumah sakit rujukan untuk mendapatkan penanganan intensif.

“Warga (pengungsi) kita tes pakai rapid test. Warga yang reaktif, kita langsung rujuk ke rumah sakit. Di sana (RS rujukan) nanti kita swab,” ujar Bupati Magelang Zaenal Arifin.

Selain itu, tim gabungan yang menangani para penyintas Gunung Merapi, juga memasang fasilitas penyekat khusus bagi warga di lokasi pengungsian, untuk menghindari kontak langsung dan mencegah penularan Covid- 19.

Petugas dari dinas kesehatan juga mewajibkan seluruh warga untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, dan selalu memakai masker.

Fasilitas tempat cuci tangan tersedia di setiap titik di pengungsian, dan masker dibagikan secara gratis bagi warga.

Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), pada Kamis 5 November 2020, pukul 12.00 WIB, meningkatkan status Gunung Merapi dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

BPPTKG memetakan wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III yang meliputi wilayah di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebaran KRB III di Provinsi Jawa Tengah, Ngargomulyo, Krinjing dan Paten di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali meliputi Tlogolele, Klakah dan Jrakah di Kecamatan Selo. Di Kabupaten Klaten meliputi Tegal Mulyo, Sidorejo dan Balerante di Kecamatan Kemalang.

Sementara untuk wilayah Provinsi Yogyakarta, KRB III meliputi Desa Glagaharjo, Kepuharjo dan Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar seluruh kegiatan di KRB III Gunung Merapi dihentikan, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi. (Red | Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *