Percepat Tangani Dampak Gempa Sulbar, BNPB Akan Beri Dana Stimulan Kerusakan Rumah

oleh -114 Kali Dibaca
Penanganan dampak gempa di Provinsi Sulawesi Barat. [Foto Dompet Dhuafa | Sumber BNPB]

RIENEWS.COM –   Mempercepat penanganan dampak gempa di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyetujui penyaluran dana stimulan kepada pemilik rumah yang alami kerusakan berat, sedang dan kerusakan ringan dampak gempa Magnitufdo (M)6,2 yang terjadi Jumat dinihari, 15 Januari 2021.

Kepala BNPB Doni Monardo menegaskan rumah warga yang alami kerusakan akan menjadi tanggung jawab BNPB bersama pemerintah provinsi dan kabupaten.

Ada pun nominal dana stimulan kepada warga yang rumahnya alami kerusakan dampak gempa, Rp50 juta untuk kategori rusak berat, Rp25 juta rusak sedang, dan Rp10 juta rusak ringan. Jumlah dana stimulan itu, sebut Doni, usulan dari Pemerintah Provinsi Sulbar.

“Ini merupakan usulan dari Pemerintah Provinsi Sulbar kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB,” kata Doni, Minggu 17 Januari 2021.

Sejak lindu mengguncang wilayah Provinsi Sulbar pada Kamis 14 Januari 2021 dengan kekuatan M5,9 kemudian gempa susulan pada Jumat dinihari dengan kekuatan M6,2, BNPB langsung memberikan bantuan penanggulangan dampak gempa, menyalurkan dana operasional kedaruratan penanganan dampak gempa.

Baca Berita:

Optimalkan Penanganan Korban Dampak Gempa Majene

Gempa Majene, BNPB Lansir Jumlah Korban Meninggal Dunia Capai 34 Orang

Bantuan yang telah disalurkan BNPB pada Sabtu 16 Januari 2021, sebesar Rp4 miliar diperuntukan kebutuhan pokok penanganan. Bantuan tersebut diserahkan sebesar Rp2 miliar untuk Provinsi Sulbar dan masing-masing Rp1 miliar untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

BNPB juga telah mendistribusikan 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA.

Korban Meninggal Dunia Menjadi 73 Orang

BNPB merilis hingga Minggu 17 Januari 2021, jumlah korban meninggal dunia dampak gempa M6,2 yang terjadi Jumat kemarin, kini 73 orang.

“Korban meninggal dunia akibat gempa M6,2 yang terjadi pada Jumat (17 Januari 2021) di Provinsi Sulawesi Barat menjadi 73 orang, dengan rincian 64 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan sembilan orang di Kabupaten Majane.  Terdapat 554 korban luka di Kabupaten Majene dengan rincian antara lain 64 orang luka berat, 215 orang luka sedang dan 275 orang luka ringan. Terdapat 27.850 orang mengungsi di 25 titik pengungsian yang tersebar di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang serta Desa Limbua,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati.

Di Kabupaten Mamuju, data yang dirilis BNPN, 189 orang mengalami luka berat (rawat inap), dan terdapat lima titik pengungsian di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.

“Pelayanan kedaruratan saat ini aktif di Kabupaten Mamuju yaitu RS Bhayangkara, RS Regional Provinsi Sulawesi Barat, dan RSUD Kabupaten Mamuju. BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju serta Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI – Polri, Basarnas serta relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak,” ujar Raditya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *