Rakor Pembangunan Danau Toba Sebagai Pariwisata Super Prioritas

oleh -816 Kali Dibaca
Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama peserta Rakor pengamanan dan pengelolaan dalam rangka mendukung pembangunan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata internasional, Sabtu 24 Agustus 2019, di Hotel Samosir Cottages. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto membuka rapat koordinasi pengamanan dan pengelolaan dalam rangka mendukung pembangunan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata internasional.

Presiden Joko Widodo mencanakan Program Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang menyasar lima destinasi; Danau Toba, Borobudur, Manado, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Rakor dihadiri Kapolres sekawasan Danau Toba, Kepala Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo dan Bupati Karo Terkelin Brahmana, Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Remus Hutajulu dan  Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Sabtu 24 Agustus 2019, di Hotel Samosir Cottages.

Dalam program yang dicanangkan Presiden Jokowi itu, ada delapan spot destinasi untuk Kabupaten Karo dan Kabupaten Dairi.

Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto berpesan agar  para Kapolres masing-masing kawasan Danau Toba turut membantu penyelesaian  masalah yang dihadapi Pemda. Sesuai program Pemerintah Pusat terkait super prioritas sekawasan Danau Toba.

“Kalau tidak bisa diselesaikan, buatkan laporan polisi. Suruh dinas terkait buatkan laporan secara hukum. Kalau bisa difasilitasi secara baik-baik (persuasif), itu lebih bagus  penyelesaian masalah,” ujar Kapolda dalam pembukaan rakor.

Kapolda mengatakan tetap akan mendorong, memfasilitasi, memonitor, mengawasi dan menyukseskan program pemerintah. Apalagi dana yang  digelontorkan Pemerintah Pusat untuk pembangunan kawasan Danau Toba cukup besar.

Baca Berita:

Terkelin Sambut Kerja Sama PT NSES Tangani Sampah Plastik

Kasus Ini, Bukti Nyata Narkoba Rusak Remaja Karo

“Maka setiap daerah yang menerima dana untuk keperluan kawasan Danau Toba, kita tetap akan kawal penggunaannya dan dari segi faktor keamanan juga kita akan laksanakan,” imbuhnya.

Program destinasi pariwisata super prioritas berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman-membentuk tim quick win.

Menurut Kepala Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo untuk Danau Toba sudah masuk quick win, semua berfokus pada optimasi destinasi wisata yang sudah ada maupun belum tergali dengan maksimal di lima destinasi yang disasar dengan memanfaatkan pendekatan storynomics tourism.

Arie Prasetyo menyebutkan, ada 28 titik yang akan dikerjakan tahun 2019 sesuai kucuran dana dari anggaran Pemerintah Pusat, dan membagi paket wisata dalam  empat  cluster.

“Yang menjadi prihatin kita selama ini, sering kali di medsos , diliputan media, dan viral video isu yang menghambat dan potensi solusi dalam perkembangan destinasi kawasan Danau Toba. Semisal  tata kelola  pariwisata, lalulintas jalan raya dan keselamatan pelayaran belum optimal. Isu lingkungan (keramba jaring apung, penebangan hutan dan perternakan babi),” katanya.

Bupati Karo Terkelin Brahmana mengatakan, spot wisata Danau Toba di Kabupaten Karo terdapat tiga titik, tertuang dalam nomor urut 15, 16 dan 17 pada daftar program quick win.

Nomor urut 15 tertulis taman Bunga Sapo Juma Tongging, nomor urut 16; air terjun Sipisopiso, sedangkan nomor urut 17; Bukit Gundaling.

“Sedangkan dalam bentuk paket wisata, Pemda Karo masuk kategori cluster 2 dari jumlah  4 cluster yang telah ditetapkan sebagaimana disampaikan Kepala BPDOT tadi. Di mana cluster 2 adalah  Kabupaten Karo dan Kabupaten Dairi, dengan  jumlah delapan destinasi,” katanya. (Rep-01 | Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *