RIENEWS.COM – Dosen filsafat, Rocky Gerung menjadi sosok pesohor di linimasa. Cuitannya di media sosial, twitter, kerap menuai prokontra para netizen.
Banyak yang setuju dengan pria kelahiran, 20 Januari 1959 itu. Dan, tidak sedikit juga yang berlawanan akan perkataan Rocky Gerung di media sosial.
Penjelasannya di Indonesia Lawyer Club dan tulisannya di twitter sering menjadi kontroversial dan memantik perdebatan.
KLIK: Alasan Sandiaga Uno Pilih Ruang Kerja Transparan
Sebut saja kata: fiksi, realitas, fakta, fiktif, dungu, anu, planga-plongo, dan kata yang belakang hari ini ditulis Rocky Gerung: tempurung.
Ada yang menyebutkan, kata-kata Rocky Gerung merupakan satire, sindiran akan suatu permasalah dan keadaan.
Terlepas dari itu, tulisan (pernyataan) Rocky Gerung di linimasa dinilai “membumikan kata”.
Pada 19 April 2018, Rocky Gerung untuk pertama kalinya menuliskan kata tempurung pada akun twitternya @rockygerung: Saya gak mungkin melaporkan tempurung.
Cuitan Rocky Gerung itu merespons pertanyaan dari pengikutnya di twitter.
Sontak, respons Rocky Gerung itu menuai 377 respons (balasan) dari netizen, yang menganggap hal itu, jawaban Rocky Gerung atas satu soal yang dihadapkan kepada Rocky Gerung.






![Penampakan letusan Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda, Provinsi Lampung, pada Kamis 21 Juni 2018. [Foto BNPB | Rienews.com]](https://www.rienews.com/wp-content/uploads/2018/06/Letusan-Gunung-Anak-Krakatau.jpg)
