RIENEWS.COM – Provinsi Sumatera Utara dikepung bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang dan longsor. Wilayah terdampak banjir di Provinsi Sumatera Utara hingga Kamis, 27 November 2025, bertambah luas.
Data yang dihimpun Rienews hingga Kamis malam, dua belas wilayah kabupaten dan kota di Sumatera Utara dilanda banjir sejak tanggal 24 hingga 27 November 2025.
Meliputi Kota Medan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Langkat, Kabupaten Nias Selatan, dan Kabupaten Serdang Bedagai.
Kepolisian Daerah Sumatera Utara merilis data korban meninggal dunia dari bencana yang terjadi di sejumlah daerah, mencapai 43 orang. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, selain korban meninggal dunia, terdapat 81 korban luka-luka, 88 korban masih dalam pencarian.
Menghadapi dampak bencana di sejumlah wilayah di Indonesia, Mabes Polri menginstruksikan jajarannya dari tingkat kepolisian sektor (Polsek) hingga kepolisian daerah (Polda) status siaga penuh.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan, seluruh jajaran Polri dalam status kesiapsiagaan penuh untuk membantu warga.
“Polri memaksimalkan seluruh kekuatan dari tingkat Polsek hingga Polda untuk menyelamatkan warga dan mempercepat penanganan di titik-titik terdampak. Fokus utama kami adalah evakuasi, pencarian korban, dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” kata Trunotudo.
Rico Waas Instruksikan Evakuasi Cepat
Merespons bencana banjir di wilayah Kota Medan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menginstruksikan seluruh camat memastikan evakuasi warga terdampak banjir berjalan cepat dan aman, serta menyiapkan dapur umum di setiap lokasi pengungsian.
Instruksi tersebut disampaikan Rico Waas saat memimpin rapat koordinasi penanganan banjir di Rumah Dinas Wali Kota bersama unsur Forkopimda, para asisten, dan pimpinan perangkat daerah, Kamis, 27 November 2025.
Menurutnya, Pemko Medan berada dalam masa kesiagaan menghadapi cuaca ekstrem, menyusul hujan deras yang terus berlangsung sejak dua hari terakhir, dan akan menetapkan status darurat apabila situasi banjir terus memburuk.
Beberapa titik lokasi banjir di Kota Medan, menurut Rico Waasn kondisinya cukup berat, termasuk jalan-jalan yang tidak dapat dilalui dan kawasan yang sudah meluap sehingga warga mulai mengevakuasi diri.
Dalam penanganan dampak banjir ini, Rico menegaskan pentingnya sinergi antara camat dan BPBD dalam proses evakuasi maupun pemenuhan kebutuhan dasar warga di pengungsian, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan dalam rapat tersebut menyatakan siap bekerjasama menyiapkan makanan bagi warga pengungsi yang dievakuasi sementara di sejumlah lokasi. (Rep-02)
Sumber: Humas Polri, Pemkot Medan





