Tahun Baru Imlek 2020, Kota Wisata Berastagi Mulai Dipadati Wisatawan

oleh -735 Kali Dibaca
Vihara Kshitigarba di Kota Berastagi. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Kota wisata Berastagi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mulai dipadati wisatawan. Sementara itu sejumlah vihara mulai melakukan pembersihaan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2020.

Pengurus Vihara Kshitigarba di Jalan Besar Medan-Berastagi, Desa Sempa Jaya, Kecamatan Berastagi, mengungkapkan, pembersihan dan dekorasi vihara mulai dilakukan.

“Untuk persiapan Tahun Baru Imlek itu sudah dari tanggal 24 sampai tanggal 30,” kata pengurus Vihara Kshitigarba, Maria kepada wartawan, Kamis 23 Januari 2020.

Menurut Maria, Tahun Baru Imlek di Vihara Kshitigarba biasanya kedatangan warga melakukan sembahyang.

“Biasanya sehari sebelum Imlek itu para tetua dulu yang sembahyang. Terus malamnya itu orang-orang yang mau sembahyang berdatangan, malam menyambut Imlek sudah ramai,” katanya.

Baca Berita:

Bupati Karo Ajak Masyarakat Lestarikan Adat Karo

Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Vape Haram

Maria menyebutkan warga yang sembahyang di Vihara Kshitigarba berasal dari Berastagi, Kabanjahe dan dari Kota Medan.

“Umumnya yang datang kemari itu warga sekitar sini sama Kabanjahe. Tapi ada juga yang dari Medan, biasanya karena kebetulan lagi melintas sekalian singgah untuk sembahyang. Kalau di sini kegiatannya cuma sembahyang, berdoa, bakar dupa, tidak ada yang spesifik. Mungkin kalau tempat lain itu, seperti vihara yang besar biasanya ada kegiatan keagamaannya,” ujar Maria.

Sementara itu, arus lalu lintas di Berastagi mulai meningkat. Diperkirakan puncak arus balik pada Minggu 26 Januari 2020.

“Sejumlah kendaraan wisatawan yang datang berkunjung ke Berastagi terpantau dari pagi dan diperkirakan hingga sore akan terus berdatangan,” kata Kasat Lantas Polres Tanah Karo AKP Ridwan Ahmad Harahap, Sabtu 25 Januari 2020.

AKP Ridwan memprediksi kemungkinan puncak arus balik akan berlangsung, mengingat hari Senin 27 Januari 2020, hari kerja.

“Kita mengimbau kepada wisatawan dalam berkendaraan harus tetap berhati-hati dan saling menjaga untuk tidak mendahului demi keselamatan bersama. Kita juga berlakukan jalur rute (alternatif) agar arus lalu lintas di Kota wisata Berastagi tetap lancar,” imbuhnya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *