Telkom Group Sediakan Akses Telekomunikasi dan WiFi Gratis di Lokasi Huntara

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini berjabat tangan dengan Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi Aceh Tamiang meninjau hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir, pada Kamis, 1 Januari 2026. Foto: BPMI Setpres/Rusman.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini berjabat tangan dengan Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi Aceh Tamiang meninjau hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir, pada Kamis, 1 Januari 2026. Foto: BPMI Setpres/Rusman.

RIENEWS.COM – Telkom Group menyediakan akses telekomunikasi dan WiFi gratis di lokasi hunian sementara (Huntara) korban dampak bencana Sumatra. Ditargetkan hingga tiga bulan ke depan, sebanyak 15.000 unit Huntara terbangung di tiga provinsi terdampak bencana, siap dihuni.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini menyampaikan penyediaan konektivitas digital yang andal di lokasi Huntara bagi masyarakat terdampak bencana, sinergi lintas BUMN.

“Ini memungkinkan koordinasi yang lebih cepat dan terintegrasi, sehingga manfaatnya menjadi lebih besar dan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Dian.

Layanan telekomunikasi digital di seluruh kawasan tersebut berjalan seiring pembangunan agar masyarakat tetap dapat terhubung, memperoleh akses informasi, serta menjaga komunikasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar selama masa pemulihan pascabencana.

Untuk mendukung operasional dan aktivitas masyarakat di kawasan Huntara, Telkom telah menyiapkan infrastruktur konektivitas secara bertahap.

Pada tahap awal, Telkom Group menyediakan 28 Access Point (AP) WiFi yang terdiri dari 3 AP di area depan Huntara dan 25 AP di dalam area hunian dengan rasio setiap 1 AP menjangkau sebanyak 3 rumah.

Selain itu, Telkom juga mengimplementasikan model percobaan 1 Access Point WiFi Managed Service (WMS) berkapasitas 100 Mbps untuk mendukung kebutuhan operasional yang berlokasi di Posko Telkom Group Huntara.

Ke depannya, kata Dian, Telkom akan menghadirkan total 63 AP WMS yang tersebar di seluruh area Huntara guna memastikan konektivitas yang andal dan merata.

Untuk kesiapan layanan seluler, Telkomsel telah memastikan kapasitas jaringan yang memadai melalui dukungan Base Transceiver Station (BTS) dari wilayah Karang Baru dan Aceh Tamiang, serta pengoperasian 1 Mobile BTS (Combat) yang ditempatkan langsung di area Huntara guna meningkatkan kapasitas jaringan.

Sementara itu, infrastruktur jaringan optik, sarana pendukung operasional, serta keterlibatan relawan BUMN Peduli TelkomGroup juga telah disiagakan guna mendukung keberlangsungan layanan di kawasan tersebut.

Dian menegaskan, melayani pelanggan dan masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra, Telkom memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat di Huntara. Melalui PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), Telkom Group juga menghadirkan kemudahan akses internet, termasuk paket khusus layanan internet berbasis satelit dengan teknologi terbaru.

Melalui dukungan ini, penghuni Huntara dapat langsung menikmati layanan internet tanpa batas secara gratis melalui WiFi berbasis satelit dari Telkomsat.

Progres Pemulihan di Aceh Capai 95 Persen

Pemulihan jaringan telekomunikasi pascabencana di Sumatra, khususnya Aceh, Telkom hingga saat ini telah berhasil memulihkan minimal satu site yang beroperasi di setiap kecamatan. Dengan capaian tersebut, seluruh 289 kecamatan di Aceh telah kembali on air.

Secara keseluruhan, progress pemulihan layanan oleh Telkom Group di Aceh telah mencapai 95 persen, dengan fokus pemulihan lanjutan di wilayah Blangkejeren dan Takengon.

Adapun untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat dan Sumatra Utara, layanan telah kembali normal seperti biasa.

Keberhasilan pemulihan ini didukung oleh pengerahan infrastruktur jaringan TelkomGroup yang meliputi 18 site satelit, 57 adaptor daya BTS (rectifier system), 768 unit genset standby maupun mobile, serta 776 paket baterai guna memastikan keberlangsungan layanan di wilayah terdampak.

Selain pemulihan infrastruktur, Telkom Indonesia terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan, termasuk kolaborasi dalam menghadirkan ruang aman bagi anak-anak sebagai bagian dari upaya trauma healing, khususnya di wilayah Aceh Tamiang. Dukungan tersebut juga mencakup penyediaan konektivitas, layanan kesehatan, serta bantuan paket logistik di sejumlah titik pengungsian.

Hingga Kamis, 1 Januari 2026, Telkom Group telah menyalurkan bantuan senilai Rp122,6 miliar bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatra. Bantuan tersebut mencakup dukungan penyediaan konektivitas, layanan kesehatan, dapur umum, bantuan paket logistik di sejumlah titik pengungsian, hingga layanan dan kompensasi pelanggan pada periode Desember 2025–Januari 2026.

“Sejak awal terjadi bencana, Telkom Group memprioritaskan pemulihan layanan telekomunikasi agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi dan mengakses informasi,” kata Dian.

Melalui percepatan pemulihan infrastruktur, dukungan jaringan satelit, penyediaan posko internet gratis, dan tambahan personel, kami juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan serta memberikan keringanan dan kompensasi bagi pelanggan Telkom Group.

“Kami berharap upaya ini dapat meringankan beban masyarakat untuk dapat bangkit lebih cepat dan menjalani masa pemulihan dengan lebih baik,” pungkas Dian dalam keterangan tertulis pada Jumat, 2 Januari 2026. (Rep-Don)