RIENEWS.COM – Tim Basarnas dibantu TNI AL bersama tim SAR lainnya, akhirnya berhasil mendekati kapal KM Lestari Maju yang kandas di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu 4 Juli 2018, pukul 00.05 WITA.
Upaya mengevakuasi para penumpang dan kru kapal, yang bertahan di KM Lestari Maju, dilakukan tim Basarnas sejak hari kejadian, Selasa 3 Juli 2018. Namun, akibat cuaca buruk, gelombang tinggi, evakuasi baru berhasil Rabu dinihari.
KM Lestari Maju mengalami kecelakaan saat berlayar di perairan Selayar.
Kepala Bagian Organisasi dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) Gus Rional dalam siaran persnya, menegaskan, evakuasi kepada para penumpang dan kru kapal telah dilakukan pukul 00.05 WITA. Evakuasi terakhir dilakukan terhadap nakhoda kapal Agus Susant dan pemilik kapal,orang terakhir dievakuasi.
Berita Terkait: Daftar Lengkap Korban Kapal Penyeberangan KM Lestari Maju
Berita Populer: Direktur PT Moeis Minta Jokowi Berantas Mafia Tanah di Sumut
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo menjelaskan bahwa sisa penumpang di atas kapal KMP Lestari Maju sudah berhasil dievakuasi dengan selamat.
“Proses evakuasi penumpang di atas kapal sudah selesai tadi pagi sekitar pukul 00.05 WITA. Nakhoda dan pemilik kapal merupakan dua orang terakhir yang turun dari kapal KMP. Lestari Maju yang dievakuasi tim SAR,” ujar Agus.
Disebutkannya, cuaca buruk menghambat proses evakuasi para penumpang kapal karena susah bagi kapal-kapal merapat ke lokasi kandasnya KMP Lestari Maju.
Agus mengapresiasi tim SAR yang telah memaksimalkan evakuasi penumpang dengan hati-hati, terencana dengan baik sehingga para penumpang di atas kapal bisa dievakuasi.
Saat ini, Dirjen Agus mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuju lokasi musibah KMP Lestari Maju di Selayar, Sulawesi Selatan, untuk memastikan dan melihat langsung langkah-langkah lanjut terkait musibah kandasnya kapal KM Lestari Maju.
Agus telah menerima laporan adanya korban penumpang yang meninggal dunia akibat musibah tersebut.
“Saya menyampaikan turut berduka cita bagi para korban meninggal dunia atas musibah KMP. Lestari Maju di perairan Selayar. Saya dan jajaran Perhubungan Laut sangat prihatin dengan adanya kejadian ini,” kata Agus.
Disinggung tentang penyebab terjadinya musibah KM Lestari Maju, Agus menegaskan bahwa saat ini DJPL sedang fokus pada penanganan penumpang yang telah dievakuasi.
“Kami fokus pada penanganan penumpang yang telah dievakuasi, terkait penyebab terjadinya musibah tersebut, kami serahkan sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” kataDirjen Agus.
DJPL terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan untuk memastikan jumlah korban yang meninggal.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut menegaskan bahwa kapal penyeberangan KMP. Lestari Maju sengaja dikandaskan dan tidak tenggelam seperti informasi yang beredar di luar.
Kapal penyeberangan KMP Lestari Maju dikandaskan di perairan Selayar, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Selasa 3 Juli pukul 14.30 WITA.
Kapal KMP. Lestari Maju tujuan Pamatata dinakhodai oleh Agus Susanto dan sesuai manifest membawa 139 orang penumpang, dikandaskan sekitar 300 meter dari Pantai Pabadilang, Selayar.
Adapun kapal tersebut juga membawa kendaraan roda dua sebanyak 18 unit, kendaraan roda empat sebanyak 14 unit, kendaraan golongan 5 sebanyak 8 unit dan kendaraan golongan 6 sebanyak 8 unit dengan jumlah total seluruhnya 48 unit kendaraan.
Sebagai informasi, Kapal KMP. Lestari Maju merupakan kapal jenis Ro-Ro yang melayani lintas penyeberangan Bira – Pamatata. (Rep-03)






