UMY Raih Peringkat PTS Terbaik se-Indonesia Versi 4ICU

oleh -691 Kali Dibaca
Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto MP memberikan kenang-kenangan kepada Duta Besar Indonesia untuk Turki, Dr. Lalu Muhamad Iqbal dalam acara Laporan Tahunan Rektor dan Pidato Milad UMY ke-38, Kamis 28 Maret 2019. [Foto UMY | Rienews]

RIENEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meraih peringkat pertama terbaik untuk perguruan tinggi swasta (PTS) se-DIY dan peringkat ketiga terbaik se-Indonesia versi 4ICU Uni-Rank (International College University Ranking).

4ICU Uni-Rank mendasarkan kepada tiga kriteria penilaian yaitu; perguruan tinggi harus terakreditasi oleh badan pemerintah (Kemristekdikti), perguruan tinggi harus menyelenggarakan tiga level pendidikan tinggi Sarjana, Master, dan Doktoral, kemudian proses pembelajaran yang bervariasi.

Uni-Rank juga mengukur seberapa tinggi popularitas suatu perguruan tinggi berdasarkan aktivitas pembelajaran yang terekam dalam situs web menjadi acuan pokok penilaian Uni-Rank.

Terdapat 570 perguruan tinggi yang diukur tingkat keaktifan situs web menurut data Uni-Rank, menyebutkan bahwa UMY menjadi PTS terbaik se-DIY dan PTS nomor tiga terbaik se-Indonesia.

Baca Berita:

DPRD Sumut-Bupati-Masyarakat Desak Pemerintah Bangun Jalan Alternatif Medan-Berastagi

Polres Tanah Karo Ungkap Sindikat Shabu Libatkan Petani Desa Perbesi

Dalam hal ini UMY diukur sejauh mana mereka dapat memanfaatkan websitenya untuk proses pembelajaran.

“Pencapaian ini sebenarnya bukan hanya untuk UMY saja melainkan seluruh civitas akademika termasuk mahasiswa. Tentang seberapa besar mereka memanfaatkan web yang ada di UMY. Apabila web bagusnya tapi civitas akademika tak maksimal dalam memanfaatkannya untuk proses pembelajaran percuma saja. Karena dari web kita bisa tahu bahwa UMY memiliki situs e-learning, situs jurnal yang aktif dan diakses oleh banyak orang. Sehingga pada dasarnya, dosen dan mahasiswa berperan besar kepada aktif tidaknya web yang terdapat di UMY,” kata  Rektor UMY, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., Sabtu 7 September 2019.

Untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas, Gunawan berharap seluruh lapisan civitas akademika, terutama dosen dan mahasiswa lebih peka lagi untuk memanfaatkan fasilitas web demi menunjang proses pembelajaran.

“Sekarang dosen harus mulai berubah untuk menerapkan pembelajaran berbasis web, dan tidak lagi hanya menggunakan sistem pembelajaran yang tradisional namun online juga,” ujarnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *