Warga Protes Pembangunan Jambur Ujung Senilai Rp567 Juta, Ini Alasannya

oleh -393 Kali Dibaca
Pembangunan Losd (Jambur) Ujung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Pembangunan Losd (Jambur) Ujung dengan pagu anggaran Rp567 juta dari Dana Desa Tahun 2019, di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diprotes warga Dusun Ujung.

Proses pembangunan Jambur Ujung saat ini tengah berlangsung. Pengerjaan pembangunan jambur dikerjakan swakelola desa.

Datang Karokaro, warga setempat, menyebutkan warga tidak dilibatkan dalam pembangunan jambur.

“Ini swakelola desa, tapi kenapa warga di sini tidak ikut didalamnya. Ini yang kami takutkan, kalau orang luar yang bangun, asal-asal saja. Kalau kami ikut kan, pasti berbuat terbaik dan bagus karena jambur untuk kepentingan kami semua didalamnya, untuk pesta, musyawarah, dan dipakai jika ada yang meninggal,” kata Datang Karokaro, Minggu 3 November 2019.

Selain itu, dia juga menyoroti material bangunan jambur tersebut, seperti kayu.

Simak Berita Dana Desa di sini

“Masa dengan anggaran setengah miliar, itu kayunya, tengoklah lapuk, banyak sambungan. Kalau angin kencang, sama hujan datang, bisa patah itu,” ungkap Datang Karokaro, Minggu 3 November 2019.

Datang Karokaro mengklaim pernah menanyakan soal tersebut kepada pihak yang mengerjakan pembangunan jambur. Keterangan yang diperoleh, sebut Datang Karokaro, mereka hanya mengerjakan, bahan kayu dan lainnya dari pihak Plt Kades.

“Kami sempat tanya sama pemborong atas nama Tengku, katanya, orang itu hanya dibayar Rp100 juta untuk upah kerjanya saja. Kalau untuk beli bahan-bahan semua dari pelaksana (Plt Kades) katanya,” ungkap Datang Karokaro.

Baca Berita:

Bupati Karo Lantik 99 Pejabat

Wisatawan Fam-Trip Maroko Terkesima Keindahan Danau Toba

Warga lainnya, Rukun Sembiring menyatakan pembangunan Jambur Dusun Ujung yang berada dekat rumahnya, merugikannya.

“Lihatlah, rumahku persis berada di sebelah jambur. Jika hujan, air dari seng kambur langsung ke dinding rumahku. Udah rumahku dari papan, kalau kena air terus kan, bisa lapuk dan lekang,” keluh Rukun.

Untuk melindungi rumahnya, Rukun menyatakan pernah menanyakan soal pemasangan talang air di bangunan jambur itu kepada para pekerja. Mereka, sebut Rukun, menyatakan bahwa pembuatan talang tidak ada dalam rencana anggaran biaya (RAB).

“Udah berapa kali kutanya, tapi jawabnya kalau itu tidak ada dalam RAB. Jelas hal ini merugikanku,” ungkapnya.

Sementara dari papan kegiatan yang ditempel, menerangkan, jenis kegiatan: pembangunan losd ujung, volume: 16M x 29M,  pagu anggaran; Rp567.133.900,  sumber dana: Dana Desa Tahun 2019, dikerjakan oleh; swakelola desa.

Warga menyebutkan, pengerjaan pembangunan Jambur Ujung sudah berlangsung sejak dua bulan. Dengan anggaran Rp567 juta, warga berharap pembangunan Jambur Ujung layak dan bagus karena sangat dibutuhkan masyarakat. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *