Bahaya Narkoba, Kepala BNNK Karo Sebut 10 Ribu Orang Menjadi Korban

oleh -108 Kali Dibaca
Kepala BNNK Karo, Adlin Mukhtar Tambunan (tengah) di kegiatan sosalisasi bahaya narkoba. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karo, Sumatera Utara, menyebutkan sebanyak 10.000 orang di kabupaten itu terdata sebagai korban penyalahgunaan narkoba. Juga terdapat tiga kecamatan zona merah penyalahgunaan narkoba.

Hal ini disampaikan Kepala BNNK Karo, Adlin Mukhtar Tambunan dalam sosialisasi bahaya narkoba di kalangan jurnalis, Kamis 7 Oktober 2021, di Pemkab Karo.

Adlin Mukhtar yang merupakan Kepala BNNK Karo pertama pada 2013, menjelaskan, grafik penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Karo alami peningkatan.

“Meski di tahun tertentu seperti 2014 – 2015 ada penurunan penyalahgunaan narkoba, walau tidak signifikan,” bebernya.

Baca Juga:

2.998 CPNS Pemkab Karo Ikuti Seleksi Kompetensi Dasar Berbasis CAT

Satu Keluarga di Luwu Meninggal Dunia dalam Bencana Hidrometeorologi  

Tapi sampai saat ini peredaran narkoba terus meningkat, khususnya di Kabupaten Karo menjadi wilayah tertinggi peredaran narkoba di Provinsi Sumatera Utara.

“Dari jumlah 600.000 penduduk di Karo, di antaranya 10.000 jiwa terdata penyalahgunaan narkoba. Mulai dari sekadar memakai atau coba-coba, pecandu, dan pengedar narkoba,” imbuh Adlin.

Dalam menghadapi bahaya narkoba, sebut Adlin, harus dilakukan secara bersama, berkolaborasi. Sayangnya, kerja sama  melakukan pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) belum terjalin maksimal.

Berita Terkait: Kepala BNNK Karo Temui Bupati Soal Pelaksanaan Inpres P4GN

“Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan Prekursor Narkotika Tahun 2020-2024 di wilayah kita ini, kita akui masih banyak masyarakat tidak acuh,” tutur Adlin.

Dijelaskannya, dalam aksi nyata P4GN dan Prekursor Narkotika, peran Pers dipenting. “Peran Pers sangat-sangat dibutuhkan guna memberantas narkoba di wilayahnya. Agar ancaman dari dampak narkoba dapat dipahami masyarakat. Seperti risiko kepada kesehatan jiwa pemakai hingga masa depan suram,” tutur Adlin.

Lebih jauh, Adlin menyebutkan, keikutsertaan Pers termasuk dalam P4GN. “Dengan hadirnya berita (tentang) narkoba di media secara langsung memberi sosialisasi, informasi akan bahaya narkoba,” tegasnya.

Persoalan bahaya narkoba di Tanah Air merupakan persoalan yang sudah terjadi lama. Bahkan Indonesia masuk dalam tahap darurat narkoba.

“Untuk itu marilah kita sama-sama memerangi narkoba dengan memberikan informasi kepada masyarakat dan kalangan keluarga kita sendiri,” ungkap Adlin.

Dia menyebutkan, di Kabupaten Karo terdapat tiga kecamatan zona merah penyalahgunaan narkoba. “Ada tiga zona merah peredaran narkoba; Kecamatan Berastagi, Kabanjahe, dan Payung,” ujar Adlin.

Dalam sosialisasi bahaya narkoba tersebut, Kepala BNNK Karo Adlin Mukhtar Tambunan berharap Kabupaten Karo seegra memiliki tempat rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba.

“Semoga usulan kita ke Pemkab Karo agar Rumah Sakit Kusta Lau Simomo di Kecamatan Kabanjahe, dapat kita pergunakan (sebagai rehabilitasi).  Semua itu kita upayakan,” pungkas Adlin.  (Rep-01 | Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *