Dalam Sehari Gunung Sinabung 3 Kali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1 Kilometer

oleh -121 Kali Dibaca
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung yang terjadi Senin 10 Agustus 2020, sekitar pukul 10.16 WIB. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Senin 4 Januari 2021, alami tiga kali erupsi. Lontaran kolom abu dari letusan gunung Sinabung mencapai 1 kilometer.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam siaran persnya kepada wartawan, Senin sore, menyebutkan, berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama gunung Sinabung terjadi pada pukul 08.54 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 meter di atas puncak atau ± 3.160 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong kearah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan durasi ± 2 menit 34 detik.

Berita Erupsi Gunung Sinabung Baca Di Sini

Kemudian erupsi kedua terjadi pada pukul 11.50 WIB, dengan tinggi kolom abu ± 1.000 meter di atas puncak atau ± 3.460 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu kelabu tebal condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan durasi ± 1 menit 57 detik.

“Selanjutnya, erupsi yang ketiga terjadi pada pukul 14.12 WIB dengan tinggi kolom abu ± 1.000 meter di atas puncak atau ± 3.460 meter di atas permukaan laut,” kata Raditya.

Baca Berita:

171 Rumah dan Ratusan Hektar Terdampak Banjir di Kota Lhokseumawe

Awal Tahun 2021, Kabupaten Demak Dilanda Bencana Hidrometeorologi

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan durasi ± 1 menit 53 detik.

Status gunung Sinabung hingga saat ini berstatus Level III (Siaga). Raditya mengimbau masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung Sinabung, termasuk pada radius sektoral 5 kilometer untuk sektor selatan-timur, dan 4 kilometer  untuk sektor timur-utara.

“Apabila kemudian terjadi hujan abu, maka masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Selain itu, masyarakat diminta agar dapat mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. Berikutnya, masyarakat yang tinggal dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” kata Raditya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *