Gempa Banten 7,4 SR, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami

oleh -1.476 Kali Dibaca
Pusat gempabumi 7,4 skala richter yang mengguncang Provinsi Banten hingga Lampung, Jawa Barat, dan Jakarta, Jumat 2 Agustus 2019, pukul 19.03 WIB. [Foto VSI ESDM | Rienews]

RIENEWS.COM –Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat menyalakan peringatan dini tsunami pasca-gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang wilayah Provinsi Banten, Jumat malam, 2 Agustus 2019, pukul 19.03.21 WIB.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menyebutkan gempa tektonik berada di lokasi 147 kilometer barat daya Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

BMKG menginformasikan peringatan dini tsunami untuk wilayah Provinsi Banten, Bengkulu, Jawa Barat, dan Lampung. Peringatan dini tsunami itu diakhiri, pada pukul 21.35 WIB.

Berita Gempa Banten Di Sini

Sementara itu, Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, Jumat malam, menyatakan berdasarkan pantauan Pusdalops BNPB mencatat gempa terasa kuat di Kabupaten Pandeglang, Banten, selama 5 hingga 10 detik.

Baca Berita:

Aktivitas Meningkat, Status Gunung Tangkuban Parahu Jadi Waspada

3 Tokoh Insan Inspiratif Pilihan BNPB

“Masyarakat dilaporkan panik dan keluar rumah. Kabupaten Pandeglang berjarak 85 kilometer dari sumber gempa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten telah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota di sekitarnya. Sementara itu, BPBD Lampung Selatan melaporkan guncangan terasa 1 hingga 5 detik. TRC (Tim Reaksi Cepat) saat ini sedang memantau air laut dan mengimbau masyarakat tetap waspada,” kata Agus.

Gempa dirasakan kuat di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Pandenglang, Lebak, Lampung Selatan, Bengkulu, Sukabumi, Depok, hingga Jakarta.

“Guncangan dari gempa tersebut membuat warga berhamburan keluar rumah dan gedung bertingkat. BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan terus memantau informasi resmi dari pemerintah, serta tidak terpancing informasi palsu yang mungkin beredar melalui media sosial,” imbuh Agus. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *