Pencarian Sriwijaya Air SJ182 Difokuskan di Pulau Laki dan Pulau Lancang

oleh -213 Kali Dibaca
Grafik jalur penerbangan, kecepatan dan ketinggian pesawat Sriwijaya Air SJ182. [Sumber flightradar24.com]

RIENEWS.COM –  Tim SAR gabungan dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)  memfokuskan pencarian pesawat Sriwijaya Air di Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Pesawat Sriwijaya dengan nomor penerbangan SJ182 dengan rute penerbangan dari Bandara Udara Soekarno-Hatta (Cengkareng), Tangerang, Banten, menuju Bandar Udara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, dilaporkan hilang tak lama lepas landas pada Sabtu 9 Januari 2021, pukul 14.36 WIB.

Sriwijaya Air SJ182 dengan jenis pesawat Boeing 737-500 tersebut mengangkut 50 penumpang dan 12 kru pesawat.

Deputi Bidang Operasi Pencarian, Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI  (Mar) Bambang Suryo Aji menyatakan, menemukan serpihan yang dicurigai dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Pulau Laki-Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Dikatakannya, begitu Basarnas mendapatkan informasi pesawat Sriwijaya Air SJ182 lost contact dengan pihak Bandara. Basarnas melakukan pencarian ke lokasi yang diduga lokasi jatuhnya pesawat di Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Baca Berita:

Banjir di Sumbawa, 2 Unit Rumah Roboh

Wedus Gembel Gunung Merapi Meluncur ke Hulu Kali Krasak

“Di lapangan ditemukan beberapa serpihan-serpihan dicurigai barang-barang tersebut (dari pesawat SJ182),” kata Bambang Suryo Aji dalam konferensi pers, Sabtu malam.

Ditegaskannya, Basarnas terus melakukan pencarian titik lokasi jatuhnya pesawat.

“Malam ini, konsep mencari di mana titik pesawat itu jatuh. Besok pagi (Minggu 10 Januari 2021) kita lihat pencarian di kedalaman (air),” kata Bambang.

Kronologi Hilangnya Sriwijaya SJ182

Juru bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengungkapkan kronologi hilangnya Sriwijaya Air SJ182 dalam konferensi pers di Bandara Soetta, Sabtu 9 Januari.

Adita menyebut pesawat Sriwijaya Air SJ182 take off pada pukul 14.36 WIB.

“Kemudian pada pukul 14.37 melewati 1.700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach,” sebut Adita.

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 kemudian diizinkan naik ke ketinggian 29 ribu kaki dengan mengikuti standard instrument departure. Adita menyebut Jakarta Approach kemudian melihat pesawat tidak ke arah 075 derajat.

“Pada pukul 14.40 Jakarta Approach melihat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat, melainkan ke barat laut atau north west. Oleh karenanya, ATC menanyakan untuk melaporkan arah pesawat,” sebut Adita.

Setelahnya, Sriwijaya Air SJ182 hilang dari layar radar.

“Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, pesawat hilang dari layar radar,” sebut Adita, dikutip dari detik.com.

Sesuai data manifes penumpang, pesawat Sriwijaya SJ182 membawa 50 penumpang. Perinciannya, 40 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi. Ditambah, jumlah 6 kru aktif dan 6 kru cadangan.

“Kami masih terus melakukan koordinasi dengan Basarnas, KNKT, pihak terkait dan maskapai Sriwijaya Air. Begitu dengar ada peristiwa ini Kemenhub telah melakukan pencarian dan dikerahkan kapal dan armada kapal dari TNI, Pol Air Polda Metro Jaya, dan Basarnas,” tutur Adita.

Armada yang dikerahkan dari TNI AL antara lain, KRI Teluk Gili Manuk (onboard Tim Kopaska), KRI Kurau, KRI Parang, KRI Teluk Cirebon, KRI Tjiptadi, KRI KRI Cucut -866, KRI Tengiri, dan 2 Sea Rider Kopaska, serta 2 kapal Tunda yakni TD. Galunggung dan Malabar. Selain itu, TNI AL juga menyiapkan Heli Nbell 412 EP HU 4205 onboard KRI Bontang posisi sandar dermaga JICT Jakarta siap dukung Operasi SAR.

“Dari TNI ada KRI Lalat, KRI Kurau, KRI Cut Nyak Dien. Pol Air Polda Metro Jaya mengerahakn enam kapal. Jajaran saat ini bergerak cepat mencari dan melakukan penyelamatan,” kata Adita dikutip dari inews.id. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *