Akhir Pekan Terakhir 2018, Wisatawan ‘Serbu’ Puncak Berastagi

oleh -1.702 Kali Dibaca
Bukit Kubu di Kota Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, salah satu pilihan destinasi wisatawan di akhir pekan terakhir 2018, Minggu 30 Desember 2018. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Destinasi wisata kawasan puncak, Berastagi, di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, ramai dikunjungi wisatawan di akhir pekan terakhir kalender 2018. Kota wisata Berastagi memiliki sejumlah  spot destinasi yang acap jadi pilihan wisatawan lokal dan mancanegara, seperti yang terpantau pada Minggu 30 Desember 2018.

Ekses dari ramainya kunjungan wisatawan ini menyebabkan sejumlah ruas lalulintas di Kota Berastagi tampak padat lancar. Dari kawasan kota wisata Berastagi, seperti Puncak Gundaling, wisatawan dapat menikmati panorama pemandangan indah dua gunungapi, Sinabung dan Sibayak, dan merasakan kesejukan udaranya.

Selain Gundaling, wisatawan juga bisa menikmati spot wisata Bukit Kubu dengan hamparan padang rumput, pepohonan rindang. Bukit Kubu yang berada satu kompleks dengan bangunan sejarah, heritage, Pesanggrahan Soekarno, Bapak Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.  Di sini Soekarno bersama para founding father Indonesia pernah diasingkan Belanda.

Baca Berita: Letusan Gunung Agung Berlangsung 3 Menit

Sejumlah wisatawan mengaku memilih kota wisata Berastagi bersama keluarga untuk mengisi masa libur sekolah sekalian menikmati pergantian tahun.

“Kami ke Berastagi menikmati libur jelang tahun baru, saat ini sudah memasuki libur anak sekolah,” ujar Foetri, wisatawan asal Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Ia mengaku bersama keluarga memilih Tanah Karo Simalem tujuan wisata mengisi masa libur.

Omset Rp1 Juta Perhari

Kehadiran wisatawan di kawasan puncak Berastagi pada masa libur sekolah ini menjadi berkah bagi penyedia jasa kuda dan pegadang di pusat Kota Berastagi.

Fendi Ginting, joki kuda, mengaku di musim libur saat ini ia mampu mendapatkan penghasilan hingga Rp1 juta per hari. Tentu saja,pendapatan itu tidak untuk Fendi sendiri. Ia harus berbagi dengan pemilik kuda.

Di Pasar Buah Berastagi para penyedia jasa kuda maupun sado berjejer menunggu wisatawan untuk diantar berkeliling Kota Berastagi.

Menurut Fendi, dibanding hari biasa, penghasilan yang diperoleh di masa libur dan jelang pergantian tahun seperti ini lebih banyak.

“Kalau hari libur biasa sekitar Rp300 ribu, kalau seperti libur saat ini bisa Rp1 juta. Alhamdulillah, semua itu kita syukuri saja,” aku Fendi. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *