Aktivis Greenpeace Dkirimi Bangkai Ayam, Hentikan Teror Terhadap Masyarakat Sipil

Aktivis Greenpeace membentangkan banner saat aksi damai kreatif di Jembatan Pulau Balang, Kalimantan Timur, yang menjadi pintu masuk ke area IKN, pada 17 Agustus 2023. Aksi damai bersama koalisi masyarakat sipil di Kalimantan Timur ini untuk menyuarakan keresahan akan dampak pembangunan IKN yang merusak lingkungan hidup dan meminggirkan Masyarakat Adat dan lokal. Foto Jurnasyanto Sukarno/Greenpeace.
Aktivis Greenpeace membentangkan banner saat aksi damai kreatif di Jembatan Pulau Balang, Kalimantan Timur, yang menjadi pintu masuk ke area IKN, pada 17 Agustus 2023. Aksi damai bersama koalisi masyarakat sipil di Kalimantan Timur ini untuk menyuarakan keresahan akan dampak pembangunan IKN yang merusak lingkungan hidup dan meminggirkan Masyarakat Adat dan lokal. Foto Jurnasyanto Sukarno/Greenpeace.

RIENEWS.COM Rumah Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, mendapat kiriman bangkai ayam pada Selasa, 30 Desember 2025. Bangkai ayam itu ditemukan di teras rumah pada Selasa pagi, tanpa pembungkus apa pun.

Di kaki ayam terikat plastik berisi kertas bertuliskan pesan “JAGALAH UCAPANMU APABILA ANDA INGIN MENJAGA KELUARGAMU, MULUTMU HARIMAUMU”.

Pada Selasa dini hari itu, Iqbal memang sempat mendengar suara ‘gedebuk’ di teras rumahnya. Namun, baru sekitar pukul 05.30 WIB, anggota keluarga Iqbal menemukan bangkai ayam tersebut. Iqbal kemudian memeriksa sambil mendokumentasikan kiriman tersebut.

Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak, menduga kiriman ini sebagai bentuk teror terhadap kerja-kerja Iqbal Damanik sebagai pengkampanye Greenpeace. Apalagi, ada pola teror serupa yang juga menimpa masyarakat sipil, jurnalis, dan pegiat media sosial dalam beberapa waktu belakangan. Lewat media sosialnya, disjoki asal Aceh, DJ Donny, mengabarkan bahwa ia pun mendapat kiriman bangkai ayam. Selain DJ Donny, pemengaruh dan kreator konten asal Aceh, Sherly Annavita, mengunggah kabar tentang vandalisme di mobil pribadi serta kiriman sekantung telur busuk ke tempat tinggalnya. Seperti Iqbal, keduanya juga menerima surat bernada mengancam.

“Sulit untuk tak mengaitkan kiriman bangkai ayam ini dengan upaya pembungkaman terhadap orang-orang yang gencar menyampaikan kritik atas situasi Indonesia saat ini. Ada satu kemiripan pola yang kami amati, sehingga kami menilai ini teror yang terjadi sistematis terhadap orang-orang yang belakangan banyak mengkritik pemerintah ihwal penanganan bencana Sumatera,” kata Leonard dalam siaran pers Greenpeace Indonesia, Selasa, 30 Desember 2025.