Awal Tahun 2021, Kabupaten Demak Dilanda Bencana Hidrometeorologi

oleh -271 Kali Dibaca
Banjir di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kejadian bencana hidrometeorologi di awal tahun 2021, di Desa Kembang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Jumat 1 Januari 2021, pukul 02.00 WIB.

Disebutkan, salah satu pemicu banjir, tingginya curah hujan, dan jebolnya tanggul Kanana yang berada di jalur sungai Suntang.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah Indonesia mengalami puncak musim hujan pada Januari dan Februari 2021. Peningkatan curah hujan tersebut berpotensi meningkatkan peluang banjir di Indonesia pada bulan Januari-Maret 2021.

Baca Berita Terkait:

Waspadai Bencana Hidrometeorologi di Awal Tahun 2021 

Prospek Iklim 2021, BMKG Sebut Potensi Banjir Meningkat

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menyatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak melaporkan saat banjir terjadi, tinggi genangan air kurang lebih 50 centimeter.

Banjir tersebut dipicu salah satunya intensitas hujan yang tinggi. Debit air tinggi mengakibatkan tanggul kanana yang berada di jalur sungai Suntang jebol.

Baca Juga:

Tahun 2020, Bencana Alam di Indonesia Didominasi Bencana Hidrometeorologi

Cegah Virus Sars-Cov2, Mulai Tanggal 1-14 Januari 2021 Indonesia Larang Masuk WNA

Menyikapi peristiwa banjir, BPBD Kabupaten Demak segera melakukan upaya penanganan darurat. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan instansi terkait. BPBD juga mendirikan dapur umum lapangan untuk mengantisipasi warga yang melakukan evakuasi.

“Pantauan BPBD pada hari ini, Jumat (1 Januari 2021), sekitar pukul 09.53 WIB, genangan air masih terjadi. Potensi tinggi muka air untuk bertambah masih mungkin terjadi,” kata Raditya.

Pantauan BNPB melalui aplikasi Info BMKG, dalam tiga hari ke depan, tanggal 1 hingga 3 Januari 2021,  wilayah Kecamatan Bonang diprediksikan masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Sementara itu, berdasarkan analisis InaRISK yang dapat diakses melalui situs inarisk.bnpb.go.id, kecamatan ini merupakan salah satu kecamatan dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Wilayah yang berbatasan dengan perairan ini bagian dari 14 kecamatan dengan luas 95.663 hektar yang berada pada kateogir tersebut.

Banjir Tanggulangin Berangsur Surut

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sidoarjo melaporkan banjir yang melanda Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur,  Jumat 1 Januari 2021, berangsur surut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, melakukan upaya penanganan darurat untuk mengatasi banjir yang terjadi pada Kamis 31 Desember 2020, sekitar pukul 07.00 WIB.

Genangan yang berangsur surut tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi. Langkah penanganan darurat dilakukan BPBD Sidoarjo dan dinas-dinas terkait, antara lain dengan normalisasi sungai Beran dan saluran pembuangan air Kedungpeluk.

BPBD juga memasang tiga pompa berupa konstruksi bangunan air yang bersifat sementara di Banjar Panji, pemasangan saluran air di RT Kedungbanteng dan pompa blower di Banjar Asri.

Di samping itu, BPBD Kabupaten Sidoarjo yang dibantu Dinas PUBM dan SDA menempatkan pompa untuk mempercepat penyedotan air genangan, seperti yang dilakukan di blok Jambe. Penimbunan akses yang terdampak genangan dilakukan di beberapa titik, seperti di halaman dan akses jalan SMP 2 Tanggulangin, SDN Kedungbanteng dan jalan blok Jambe, yang dilengkapi dengan pemasangan paving. Pemasangan ini berfungsi untuk tanggul masuknya air yang menuju ke pemukiman warga.

Penilaian dampak mencatat dua desa di Kecamatan Tanggulangain, Desa Kedungbanteng dan Banjar Asri, terdampak banjir yang saat itu mencapai 5 hingga 90 cm. BPBD setempat melaporkan sekitar 58 KK atau 217 jiwa terdampak peristiwa ini. Di samping menggenangi rumah warga, banjir juga menggenangi 3 unit sarana Pendidikan dan 1 unit musola.

BPBD setempat sejak awal peristiwa memberikan bantuan kepada warga terdampak dengan penyediaan air bersih, pelayanan kesehatan, MCK portabel dan pendistribusian bantuan logistik.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan diri, keluarga dan komunitas bertujuan untuk mengurangi maupun menghindari risiko mengingat prakiraan puncak musim hujan terjadi pada Januari hingga Februari 2021.  (Red)

Sumber : bnpb.go.id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *