Banjir Bandang NTT, BNPB Kerahkan 6 Helikopter Salurkan Logistik ke Wilayah Terisolir

oleh -52 Kali Dibaca
Helikopter BNPB jenis AS-365 dikerahkan untuk percepatan penanganan pasca-banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo memerintahkan penyalurkan bantuan logistik ke wilayah terisolir dampak banjir bandang yang melanda 12 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengerahan 6 helikopter tersebut disampaikan Doni Monardo saat berada di Kabupaten Lembata, NTT, Selasa 6 April 2021.

Keenam helikopter yang dikerahkan untuk penanganan darurat dampak banjir bandang di NTT, berasal dari Provinsi Kalimantan Barat-Heli MI-8 dengan daya angkut 8 ton, dari Provinsi Riau- Heli Kamov 32 A dengan daya angkut lima ton.

Kemudian Heli EC-115 berkapasitas 12 tempat duduk, Heli AW 199 berkapasitas 7 tempat duduk, Heli jenis Bell 412EP dengan kapasitas 12 tempat duduk dan Heli AS-365 kapasitas 11 tempat duduk.

Baca Juga:

Korban Banjir Bandang di NTT 128 Orang Meninggal Dunia, 72 Orang Hilang

Di Jambore Anak Muda Karo 2021, Wabup Cory Minta Anak Muda Berani Perangi Judi dan Narkoba

“Sebagaimana perintah Kepala BNPB, helikopter tersebut akan difungsikan untuk mendistribusikan logistik dan peralatan di lokasi yang terisolir pasca terputusnya akses akibat longsor maupun akses penyeberangan laut yang tidak memungkinkan akibat gelombang tinggi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, Rabu 7 April 2021.

Selain itu, helikopter tersebut juga difungsikan guna mengakomodir para warga yang membutuhkan pertolongan darurat terutama kelompok rentan, sekaligus untuk mengangkut tim medis yang ditugaskan di posko penanganan darurat.

Percepatan penanganan darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 12 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mengalami beberapa kendala teknis seperti akses terputus hingga faktor cuaca buruk.

Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah yang masih belum dapat diakses sepenuhnya meliputi Kabupaten Malaka, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata.

Adapun akses darat menuju wilayah Kabupaten Malaka masih terputus akibat longsor, kemudian Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata juga belum sepenuhnya dapat diakses mengingat gelombang laut masih tinggi sehingga harus menggunakan moda transportasi udara.

“Di sisi lain, tim di lapangan juga melaporkan bahwa kondisi Kota Kupang saat ini listrik belum sepenuhnya pulih dan sinyal jaringan telekomunikasi selular juga masih dalam kendala,” kata Raditya dalam siaran pers, Rabu sore. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *