Banjir dan Longsor di Kepulauan Sangihe, Satu Orang Meninggal Dunia

oleh -130 Kali Dibaca
Satu unit rumah warga di Desa Nagara, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, roboh akibat longsor, Rabu 30 Oktober 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Satu orang meninggal dunia dan ratusan kepala keluarga terdampak banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe melaporkan bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longso berlangsung pada Senin 4 Januari 2021, sekitar pukul 18.00 waktu setempat.  Bencana hidrometeorologi dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi disertai kondisi tanah labil.

Wilayah terdampak teridentifikasi di Kecamatan Tahuna, Kendahe, Maganitu, Maganitu Selatan, Tabukan Selatan Tengah, dan Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara.

BPBD setempat mencatat banjir dan longsor berlangsung di Kecamatan Tahuna, Tabukan Selatan Tengah dan Tabukan Selatan Tenggara, sedangkan longsor terjadi di Kecamatan Kendahe dan banjir di Manganitu Selatan.

Sebanyak 223 KK mengungsi ke rumah tetangga dan kerabat terdekat. Sebagian korban terdampak teridentifikasi berada di Kecamatan Maganitu Selatan yang disebabkan banjir.

Baca Berita:

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar

1.115 Warga Lereng Gunung Merapi Masih Mengungsi

Selain korban jiwa, bencana juga menyebabkan kerugian material berupa 223 unit rumah, 4 unit tempat ibadah dan 1 unit sekolah terdampak. Saat kejadian tinggi muka air antara 20 centimeter hingga 150 centimeter. Beberapa kecamatan terdampak terdapat akses jalan yang tertutup material longsor.

Merespons situasi darurat, BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe melakukan pendataan. Hasil kaji cepat menyebutkan kebutuhan mendesak, antara lain logistik dan peralatan untuk pembersihan material yang terbawa banjir maupun longsor.

BPBD bersama TNI, Polri, aparat kecamatan, masyarakat serta pihak lainnya membantu untuk membersihkan material longsor di akses jalan. Bersama dengan Dinas Sosial setempat dan unsur aparat kecamatan, BPBD menyiapkan kebutuhan logistik dan distribusikannya ke warga yang mengungsi.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca yang terpantau melalui Info BMKG, beberapa kecamatan terdampak masih mengalami potensi hujan dengan intensitas ringan hingga dua hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor atau angin kencang.  (Red)

Sumber : bnpb.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *