Banjir di Kota Manado, 3 Orang Meninggal Dunia, 8 Kecamatan Tergenang Air

oleh -124 Kali Dibaca
Kondisi banjir di salah satu wilayah terdampak di Kota Manado, Sulawesi Utara. [Foto BPBD Kota Manado]

RIENEWS.COM – Bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah di Indonesia, memasuki puncak musim penghujan April 2021. Di Kota Monado, Provinsi Sulawesi Utara, dilaporkan tiga orang meninggal dunia dan satu orang dinyatakan hilang dalam bencana banjir yang terjadi sejak Jumat 22 Januari 2021.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyatakan intensitas hujan yang terjadi di wilayah itu sebagai salah satu penyebabnya. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air permukaan sungai Sawangan dan Tondano meluap. Delapan kecamatan di Kota Manado tergenang air.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado mencatat hujan dengan intensitas tinggi memicu debit air di daerah aliran sungai (DAS) Sawangan dan Tondano meluap. Berdasarkan data BPBD setempat pada (Jumat) pukul 21.00 WIB, delapan kecamatan di Kota Manado terdampak banjir.  Yaitu Kecamatan Malalayang, Wanea, Sario, Paal Dua, Pikkala, Wenang, Tuminting dan Singkil,” kata Raditya, Jumat malam, 22 Januari 2021.

Baca Berita:

Cory Sriwaty Harapkan Pers Tetap Solid

Konsultasi RKPD 2022 Karo Angkat Tema Pemulihan Ekonomi Dampak Covid 19

“Dilaporkan tiga warga meninggal dunia dan satu lainnya hilang. BPBD masih mengidentifikasi korban yang telah dievakuasi. Sedangkan kerugian material, BPBD memantau rumah warga terendam dan beberapa titik longsor. Tinggi genangan banjir sekitar 50 hingga 400 cm. BPBD masih melakukan kaji cepat di lapangan,” imbuh Raditya.

BPBD Kota Manado bersama unsur terkait lain, seperti TNI, Polri, Basarnas, sukarelawan melakukan evakuasi warga dan pendataan. Saat melakukan evakuasi di lapangan, petugas membutuhkan perahu karet dan alat transportasi untuk mengevakuasi warga. Tim evakuasi banyak yang terjebak macet akibat genangan air di banyak ruas jalan.

“Kondisi saat ini, listrik di Sebagian besar wilayah masih padam dan jaringan telepon selular tidak stabil untuk operator tertentu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB )memantau kondisi terkini dan melakukan koordinasi dengan pihak BPBD setempat,” tulis Raditya dalam siaran persnya.

Baca : Waspadai Bencana Hidrometeorologi di Awal Tahun 2021

Berdasarkan peringatan dini cuaca dari BMKG, wilayah Sulawesi Utara berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang pada 20 hingga 22 Januari 2021. Badan Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, Sabtu 23 Januari 2021, di beberapa wilayah Kota Manado masih berpotensi hujan ringan hingga lebat.

Menurut Raditya, BNPB telah menyampaikan daftar kabupaten dan kota yang berpotensi banjir di bulan Januari 2021, salah satunya Kota Manado. Beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Utara berpotensi banjir dengan kategori menengah. Wilayah administrasi kabupaten dan kota yang  teridentifikasi berpotensi banjir di provinsi ini, antara lain Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Utara, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Kota Manado dan Minahasa.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Hal tersebut mengingat puncak musim hujan masih berlangsung hingga Februari 2021. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *