Bank Sampah Taraf Internasional Akan Dibangun di Karo

oleh -424 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Wakil Bupati Cory Seriwaty Sebayang dan investor Korea, HGNS Inc. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Investor dari negara Korea berkeinginan membangun Bank Sampah bertaraf internasional. Rencana pembangunan Bank Sampah ini akan melibatkan Kabupaten Dairi, Simalungun dan Kabupaten Pakpak Bharat, dan Kabupaten Karo sebagai lokasi pembangunan Bank Sampah.

Rencana pembangunan Bank Sampah ini dikemukankan investor dari HGNS Inc., yang diwakili R. James Alexander bersama Operational Director PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Eko Sujatmoko dalam pertemuan dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty Sebayang beserta Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Plt Kepala Dinas LHK Lisma Ginting, Plt Kepala Dinas Kominfo Jonson Tarigan dan Sekretaris Dinas Pertanian Karo Munarta Ginting, Selasa 3 Desember 2019, di ruang Command Center Kominfo Karo.

Kerja sama pengelolaan sampah yang diajukan HGNS Inc, kata R. James Alexander, dalam rangka cara mencegah pencemaran tanah, sungai, dan udara. Dalam tawaran kerja sama itu, HGNS Inc, sebut James, bersedia bekerjasama dan menawarkan  konsep  program fasilitasi pembangunan Pusat Daur Ulang (PDU)  atau Bank Sampah.

James mengungkapkan, rencana pembangunan Bank Sampah juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Dairi, Simalungun dan Pakpak Bharat.

Berita Terkait: Kini Hadir Bank Sampah Berbasis Online di Sleman

“Lokasi  pambangunan Bank Sampah di pusatkan di  Kabupaten Karo,” ujar James.

Rencananya, kerja sama pengelolaan akan ditindaklanjuti dalam rapat lintas empat kabupaten yang difasilitasi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dijadwalkan digelar pada sejak Januari, April, Juni hingga Juli 2020.

Bupati Karo Terkelin Brahmana merespons positif rencana perusahaan HGNS Inc., membangun Bank Sampah bertaraf internasional di Kabupaten Karo. Pembangunan ini, kata Terkelin, bentuk penanggulangan terhadap sampah.

Baca Berita:

Capai 1.317 Kasus, Pemkab Karo Luncurkan Program Penanggulangan TBC

Tunggak Tagihan Rp1 Miliar, PLN Putus Aliran Listrik ke PDAM Tirta Malem

“Selain itu, tujuan dibangunnya Bank Sampah ini bukan untuk keuntungan semata. Bank Sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat berkawan dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah,” ujarnya.

Bupati menyarankan Dinas LHK Karo untuk mengkampanyekan reduce, rescue, recycle (3R). Dengan sosialisasi 3R diharapkan masyarakat sadar pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty Sebayang menyebukan rencana pembangunan Bank Sampah oleh investor Kores akan ditindaklanjuti dalam pertemuan berikutnya.

Menurutnya, keberadaan Bank Sampah dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya.

“Dengan begitu lingkungan yan menjadi tempat tinggal akan terjauh dari berbagai bakteri dan kuman yang dapat menimbulkan penyakit,” sebut Cory.

Mengenai lahan pembangunan Bank Sampah taraf internasional, Plt Kepala Dinas LHK Karo Lisma Ginting mengakui telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Bank Sampah seluas 10 hektare di kawasan Kecamatan Merek. Sedangkan biaya pembangunan Bank Sampah, sebut Lisma, diupayakan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Tetapi belum final karena masih ada tahapan rapat lanjutan. Yang penting kita tunggu perkembangannya,” katanya.

Lisma mengungkapkan, setiap harinya Kabupaten Karo menghasilkan limbah sampah dari petani 100 hingga 200 ton. (Rep-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *